Terungkap Karyawan Rio Tinto Jadi Korban Pelecehan Seksual di Lokasi Tambang Australia Barat

Kamis, 29 September 2022 - 07:40 WIB
loading...
Terungkap Karyawan Rio Tinto Jadi Korban Pelecehan Seksual di Lokasi Tambang Australia Barat
Rio Tinto Ltd mengungkapkan, seorang karyawan di salah satu tambangnya pada negara bagian Australia Barat mengalami pelecehan seksual. Foto/Dok
A A A
SYDNEY - Rio Tinto Ltd mengatakan, seorang karyawan di salah satu tambangnya pada negara bagian Australia Barat mengalami pelecehan seksual dan polisi menduga pelaku juga berasal dari lokasi tersebut.

Baca Juga: Puluhan Pekerja Perempuan di Rio Tinto Melaporkan Jadi Korban Serangan Seksual

Insiden itu terjadi tiga bulan setelah komisioner diskriminasi seks Australia menyerukan, perubahan mendesak dalam industri pertambangan di negara itu. Dimana sebelumnya laporan pemerintah negara bagian menemukan bahwa pelecehan dan penyerangan seksual marak di sektor tambang.

"Rio Tinto terus bekerja sama dengan Departemen Pertambangan, Regulasi Industri, dan Keselamatan sehubungan dengan penyelidikannya," kata seorang juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email seperti dikutip dari Reuters.

Rio Tinto mengatakan perusahaan tidak akan memberikan rincian lebih lanjut karena hak privasi dan rasa hormat terhadap proses hukum. Akan tetapi insiden tersebut telah diinformasikan kepada karyawan.

Baca Juga: Pelecehan Seksual Jadi Catatan Kelam Pertambangan Australia, BHP Pecat 48 Pekerja

Sebuah laporan yang dirilis oleh Rio pada bulan Februari menguraikan budaya intimidasi, pelecehan, dan rasisme di dalam raksasa pertambangan global itu. Termasuk 21 laporan tentang pemerkosaan atau serangan seksual yang benar terjadi atau percobaan selama lima tahun terakhir.

Perempuan di lokasi pertambangan di seluruh industri telah lama mengeluhkan tindakan pelecehan seksual pada lokasi yang disebut kamp-kamp pertambangan, akomodasi sementara yang didirikan di tambang terpencil untuk menampung para pekerja.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1861 seconds (10.177#12.26)