DPR Minta Pemerintah Masifkan Subsidi Pangan

Selasa, 04 Oktober 2022 - 18:36 WIB
loading...
DPR Minta Pemerintah Masifkan Subsidi Pangan
Subsidi ke sektor pertanian harus diperkuat. Foto/YorriFarli/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah disarankan untuk memasifkan subsidi di sektor pangan agar kesejahteraan petani bisa diwujudkan. Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin menjelaskan, tantangan Indonesia ke depannya adalah menyejahterakan petani, selain pelaku bisnis di sektor pangan.

Baca juga: Soal Penimbunan Beras di Jawa Timur, Buwas Bilang Begini!

"Makanya kita meminta juga agar pemerintah memberikan subsidi di bidang pangan. Sebab, petani kita ini adalah profesi yang marginal dan harus dilindungi oleh negara," ungkap Andi Akmal saat gelaran Bimbingan Teknis dan Expo Sawit Baik Indonesia 2022, Selasa (4/10/2022).

Kelapa sawit, lanjut Andi, merupakan komoditas pertanian yang potensial, bahkan memiliki kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Prospek dari kelapa sawit sangat bagus, setiap 1 hektare dapat menghasilkan 4 sampai 6 ton sawit per bulan dan setahun bisa menghasilkan Rp60 sampai Rp70 juta.

Andi Akmal menjelaskan di wilayah Sulawesi Selatan, kelapa sawit belum sebanyak seperti yang ada di Pulau Sumatra. Beberapa tempat seperti Kalimantan dan Sumatra, kebun kelapa sawit bisa dikombinasikan dengan ternak, bisa juga ditanami jagung.

Senada, Senior Promotion and Partnership Analyst BPDPKS Sulthan Muhammad Yusa mengatakan, kelapa sawit merupakan komoditas minyak dunia dengan produktivitas lahan yang paling baik dibandingkan minyak nabati lainnya. Sehingga, kelapa sawit menjadi pilihan paling sustainable dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia yang semakin bertumbuh.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, 9 Anggota Polisi Dicopot

Setiap tahun demand dan supply minyak nabati global rata-rata tumbuh masing-masing di level 8,5 juta MT dan 8,2 juta MT. Sebagai komoditas yang paling produktif, minyak sawit berkontribusi rata-rata 42% dari total supply minyak nabati dunia.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1501 seconds (11.210#12.26)