3 Dampak Naiknya Harga Gas Rusia di Negara-Negara Eropa, Terakhir Krisis Ekonomi

Kamis, 06 Oktober 2022 - 13:33 WIB
loading...
3 Dampak Naiknya Harga...
Terdapat sejumlah dampak kenaikan harga gas Rusia di negara-negara Eropa yang bisa diketahui. Foto DOK Reuters
A A A
JAKARTA - Terdapat sejumlah dampak kenaikan harga gas Rusia di negara-negara Eropa yang bisa diketahui. Rusia menyatakan salah satu pipa pasokan gas utamanya ke Eropa akan tetap ditutup tanpa batas waktu, bersamaan dengan itu harga gas Eropa juga meningkat pesat.

Dilansir dari reuters, harga pasokan gas melonjak setinggi 272 MWh ketika pasar dibuka ditengah ungkapan Rusia akan adanya kebocoran pada peralatan pipa Nord Stream. Sehingga akan tetap ditutup setelah penghentian pemeliharaan.

Baca juga : Uni Eropa Makin Blingsatan Gara-gara Gas Rusia

Kontrak gas TTF Belanda Oktober telah berkurang menjadi 256 euro, naik 23% hari ini pada 0723 GMT tetapi hampir 400% lebih tinggi dari tahun lalu.

Eropa menuduh Rusia mempersenjatai pasokan energi sebagai pembalasan atas sanksi barat yang dijatuhkan pada Moskow terhadap invasinya ke Ukraina.

Berikut dampak naiknya harga gas Rusia di negara-negara Eropa :

1. Berkurangnya Pasokan Gas

Pipa Nord Stream, yang mengalir di bawah Laut Baltik ke Jerman, secara historis memasok sekitar sepertiga dari gas yang diekspor Rusia ke Eropa tetapi sudah berjalan hanya dengan 20% dari kapasitas sebelum aliran dihentikan minggu lalu untuk pemeliharaan.

"Pasokan sulit didapat, dan semakin sulit untuk mengganti setiap gas yang tidak berasal dari Rusia," kata Jacob Mandel, rekanan senior untuk komoditas di Aurora Energy Research.

Gas Rusia yang dipasok melalui Ukraina, rute utama lainnya, juga telah berkurang, membuat UE berlomba untuk menemukan pasokan alternatif untuk mengisi ulang fasilitas penyimpanan gas untuk musim dingin.

2. Krisis Energi

Biaya listrik setinggi langit telah memaksa beberapa industri yang haus energi, termasuk pembuat pupuk dan aluminium, untuk mengurangi produksi, dan membuat pemerintah Uni Eropa memompa miliaran euro ke dalam skema untuk membantu rumah tangga.

Para menteri energi negara-negara Uni Eropa akan bertemu pada 9 September untuk membahas opsi untuk mengendalikan melonjaknya harga energi termasuk batas harga gas dan jalur kredit darurat untuk pelaku pasar energi.

Jika harga gas tetap melambung, krisis energi di Eropa bisa terjadi. Sebab sumber energi Eropa saat ini banyak berasal dari gas alam dan mulai meninggalkan energi fosil, terutama untuk pembangkit listrik dan kebutuhan rumah tangga.

Baca juga : Gas Rusia Kembali Mengalir, Eropa Tetap Was-was

3. Krisis Ekonomi

Lonjakan harga yang terjadi tentunya mendorong tagihan rumah tangga, mendorong inflasi ke level tertinggi dalam beberapa dekade dan menekan daya beli masyarakat.

Dilansir dari IMF, dampak negatif pada output ekonomi akan sangat signifikan, sebanyak 6 % untuk beberapa negara di Eropa Tengah dan Timur di mana intensitas penggunaan gas Rusia tinggi dan pasokan alternatif terbatas.

Terutama Hongaria, Republik Slovakia dan Republik Ceko. Italia juga akan menghadapi dampak yang signifikan karena ketergantungan yang tinggi pada gas dalam produksi listrik.

Investor menjadi cemas aliran gas Rusia ke Eropa akan macet. Hal ini yang membuat gas alam Eropa saat ini meroket dan berpotensi untuk berlanjut.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved