Menkop UKM: Indonesia Berpotensi Jadi Kiblat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 21:19 WIB
loading...
Menkop UKM: Indonesia Berpotensi Jadi Kiblat Ekonomi Syariah Dunia
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyatakan, optimis Indonesia mampu menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menyandang status sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dunia, RI dipandang siap untuk menjadi rujukan negara-negara dunia terkait perekonomian berbasis syariah. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyatakan, optimis Indonesia mampu menjadi kiblat ekonomi syariah dunia.

"Visi Indonesia menjadi kiblat ekonomi syariah dunia bukan tanpa dasar. Di tahun 2020, PDB Indonesia merupakan yang terbesar dibanding negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam," kata Menkop UKM, Teten di acara Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) ke-IX yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dikutip melalui pernyataan resmi, Sabtu (8/10/2022).

Baca Juga: Anomali di Tengah Pandemi, Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp2.050 Triliun

Teten, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus MES, mengatakan peluang ekonomi syariah di Indonesia sangat menjanjikan.

Mengacu data State of the Global Islamic Economy Report 2022 mengestimasikan umat muslim dunia menghabiskan hingga USD2 triliun pada 2021 di sektor-sektor industri halal, mulai dari makanan, farmasi, hingga pariwisata.

Baca Juga: Cara Erick Thohir Membuat RI Jadi Pemain Utama Global di Industri Syariah

Sambung Teten menegaskan, pengembangan ekonomi syariah dalam rangka pencapaian visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia akan menjadi salah satu fokus MES yang sejalan dengan Garis Besar Kebijakan Organisasi (GBKO).

“Sebagaimana termuat dalam GBKO tersebut, visi yang ingin kita wujudkan di tahun 2030 adalah Ekonomi dan keuangan syariah yang berkontribusi signifikan dalam ekosistem perekonomian nasional," pungkas Teten.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1452 seconds (10.177#12.26)