Percepat Pemulihan Ekonomi, Bahlil Dorong Kemudahan Akses Kredit UMKM
Kamis, 20 Oktober 2022 - 14:37 WIB
loading...
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia terus mendorong kemudahan akses kredit bagi UMKM. FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong kemudahan kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM punya kontribusi besar bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.
"Perintah Presiden, porsi untuk UMKM hingga 2024 minimal harus mencapai 30%. Sebab itu pernyaluran harus dipermudah," ujar Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam acara pembagian Nomor Induk Berusaha (NIB), Jakarta, Kamis (20/10/2022).
Baca Juga: NIB Jadi Surat Sakti Pelaku Usaha Cilik Dapat Pinjaman Modal Bank
Menurut dia kemudahan akses pendanaan bagi UMKM penting untuk mempercepat pertumbuhan usaha. Bahlil memberikan contoh 2021 yang lalu secara akumulatif komitmen penyaluran kredit sebesar Rp6.000 triliun, namun penyaluran baru mencapai Rp300 triliun, sedangkan porsi UMKM tidak lebih dari 20%. "Sekitar Rp5.700 tirliun UMKM tidak lebih dari Rp1.127 triliun," kata dia.
Bahlil pun mendorong agar kemudahan ini menjadi perhatian serius mengingat penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebanyak 61% berasal dari UMKM. Tak hanya itu, pertumbuhan UMKM juga menciptakan peluang usaha baru. "Tenaga kerja di Indonesia 131 juta, kontribusi UMKM itu 120 juta," lanjut Bahlil.
"Perintah Presiden, porsi untuk UMKM hingga 2024 minimal harus mencapai 30%. Sebab itu pernyaluran harus dipermudah," ujar Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam acara pembagian Nomor Induk Berusaha (NIB), Jakarta, Kamis (20/10/2022).
Baca Juga: NIB Jadi Surat Sakti Pelaku Usaha Cilik Dapat Pinjaman Modal Bank
Menurut dia kemudahan akses pendanaan bagi UMKM penting untuk mempercepat pertumbuhan usaha. Bahlil memberikan contoh 2021 yang lalu secara akumulatif komitmen penyaluran kredit sebesar Rp6.000 triliun, namun penyaluran baru mencapai Rp300 triliun, sedangkan porsi UMKM tidak lebih dari 20%. "Sekitar Rp5.700 tirliun UMKM tidak lebih dari Rp1.127 triliun," kata dia.
Bahlil pun mendorong agar kemudahan ini menjadi perhatian serius mengingat penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebanyak 61% berasal dari UMKM. Tak hanya itu, pertumbuhan UMKM juga menciptakan peluang usaha baru. "Tenaga kerja di Indonesia 131 juta, kontribusi UMKM itu 120 juta," lanjut Bahlil.
Lihat Juga :