Mantan Bos Pertamina Buka-bukaan soal Harga Keekonomian Pertalite
Senin, 24 Oktober 2022 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuturkan, bahwa harga minyak mentah sempat mengalami penurunan dibandingkan pada periode awal tahun. Penurunan harga terjadi karena kondisi pasar yang pesimistis lantaran adanya potensi resesi.
OPEC kemudian memutuskan untuk mengurangi produksi sebesar 2 juta barel per hari (bph). Dampaknya, harga kembali naik di level USD90-an per barel.
"Bagi OPEC biaya yang terbaik USD 90 per barel. Karena itu OPEC menurunkan produksi untuk menjaga harga minyak di level itu," tuturnya.
Di samping itu, Soemarno mengungkapkan ketika harga minyak menyentuh USD100 per barel, maka sudah sudah pasti harga BBM di pasaran untuk Pertamax berada di level Rp12.000 per liter.
"Tapi sekarang mencapai Rp14.000 per liter, kenapa begitu? Karena harga BBM, meningkatnya margin harga minyak dan BBM baik itu bensin dan solar itu besar karena suplai. Dengan adanya krisis Ukraina ini suplai dari Rusia terhenti, jadi Rusia gak hanya eksportir minyak, tapi juga BBM," ungkap dia.
OPEC kemudian memutuskan untuk mengurangi produksi sebesar 2 juta barel per hari (bph). Dampaknya, harga kembali naik di level USD90-an per barel.
"Bagi OPEC biaya yang terbaik USD 90 per barel. Karena itu OPEC menurunkan produksi untuk menjaga harga minyak di level itu," tuturnya.
Di samping itu, Soemarno mengungkapkan ketika harga minyak menyentuh USD100 per barel, maka sudah sudah pasti harga BBM di pasaran untuk Pertamax berada di level Rp12.000 per liter.
"Tapi sekarang mencapai Rp14.000 per liter, kenapa begitu? Karena harga BBM, meningkatnya margin harga minyak dan BBM baik itu bensin dan solar itu besar karena suplai. Dengan adanya krisis Ukraina ini suplai dari Rusia terhenti, jadi Rusia gak hanya eksportir minyak, tapi juga BBM," ungkap dia.
Lihat Juga :