BPN Sebut Stok Kedelai hanya Cukup Seminggu, Mendag Zulhas: Itu Hoaks

Selasa, 25 Oktober 2022 - 16:13 WIB
loading...
BPN Sebut Stok Kedelai hanya Cukup Seminggu, Mendag Zulhas: Itu Hoaks
Mendag Zulhas memastikan stok kedelai cukup untuk tiga bulan. Foto/MushafulImam/MPI
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ( Mendag Zulhas ) menepis kabar stok kedelai yang disebut Badan Pangan Nasional (BPN) hanya tersisa untuk tujuh hari. Dia menegaskan, stok kedelai dalam negeri masih cukup untuk tiga bulan ke depan, sehingga masyarakat tak perlu khawatir perihal ketersediaan kedelai.

Baca juga: Dorong Kuliner Lokal di Ajang TEI, Mendag: Kenalkan Aja Mi Tok-tok, Kelar Udah

"Kedelai stoknya aman, bisa untuk tiga bulan, yang dibilang stoknya seminggu itu hoaks," kata Mendag Zulhas di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (25/10/2022).

Kendati stok tersedia, ia tetap mengakui bahwa harga kedelai memang masih mahal. Pasalnya, stok yang ada saat ini merupakan barang hasil kiriman tiga bulan lalu, yaitu Juli-Agustus 2022.

"Harga masih (mahal) karena ini kan beli yang lalu, belinya Juli-Agustus tiga bulan. Tiga bulan lagi harganya sudah mulai turun, tapi kalau kurs naik susah juga," jelasnya.

Meski harga kedelai di Indonesia masih mahal, Mendag Zulhas menyebut bahwa harga internasional sudah turun seiring pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar. Namun penurunan harga kedelai dalam negeri masih tertahan rentang waktu pengiriman.

"Harga internasional sudah turun, jadi yang beli sekarang sampainya 40 hari. Jadi 40 hari lagi sudah turun harga dolarnya. Turun sudah, tapi yang hari ini harga beli yang lalu masih mahal," papar Mendag Zulhas.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (BPN) menyebut pasokan kedelai di Indonesia hanya cukup sampai tujuh hari ke depan di tengah ancaman krisis pangan. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Astawa meminta pemerintah memperhatikan kondisi tersebut agar pasokan terutama buat perajin tahu dan tempe tak terganggu.

Baca juga: WhatsApp Down, Komunikasi Terganggu

"Kita wajib waspada, kita tidak boleh terpaku pada peribahasa seolah daerah kita ini subur, padahal kondisi riil di lapangan ada daerah yang surplus, dan ada daerah yang defisit. Ini menjadi peran kita bersama," kata Gusti.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1830 seconds (11.252#12.26)