Hati-hati! Bahaya Resesi Mengintai Orang yang Suka Gaya-gayaan

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 22:00 WIB
loading...
Hati-hati! Bahaya Resesi Mengintai Orang yang Suka Gaya-gayaan
Celios menyarankan apa yang harus dilakukan apabila resesi benar-benar terjadi. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyarankan apa yang harus dilakukan apabila resesi benar-benar terjadi di 2023.

Untuk masyarakat menengah ke bawah, disarankan segera melunasi utang karena suku bunga akan semakin naik. Sebab jika uang yang dimiliki dihambur-hamburkan untuk belanja, maka itu akan memperparah ancaman resesi tahun depan.

"Tahun depan memang ada resesi, tapi masyarakat kelas menengah bawah ini perlu di beritahu kalau punya utang, lunasi sekarang karena suku bunga akan makin naik. Artinya, lifestyle jangan buat gaya-gayaan. Orang kelas menengah ke bawah kok pengen ngikutin gaya crazy rich di tengah resesi. Ngawur itu. Harus lebih hati-hati," terang Bhima di acara Workshop Jurnalisme Ekonomi Celios Jelang KTT G20, Yogyakarta, Sabtu (29/10/2022).

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 2,6%, AS Selamat dari Jurang Resesi

Sementara untuk masyarakat menengah ke atas, lanjutnya, baiknya didorong untuk lebih berkontribusi dengan meningkatkan daya beli lebih tinggi lagi. Karena, kata Bhima, 40% lebih total konsumsi rumah tangga dikuasai oleh 20% orang terkaya di Indonesia.

Sementara untuk masyarakat menengah ke atas, lanjutnya, baiknya didorong untuk lebih berkontribusi dengan meningkatkan daya beli lebih tinggi lagi. Karena, kata Bhima, 40% lebih total konsumsi rumah tangga dikuasai oleh 20% orang terkaya di Indonesia.

"Jadi menurut saya, relaksasi pajak yang digulirkan pemerintah agar konsumsi naik, itu setuju. Karena orang-orang ini (masyarakat kelas menengah atas) perlu di beri dorongan positif kaya gini," tuturnya.

Bhima menyoroti pemerintah yang menyamakan pemberitahuan terkait resesi kepada masyarakat tanpa membedakan segmentasi kelasnya.

"Nanti kalau misalnya resesi benar terjadi, maka akan terjadi kekacauan. Orang yang enggak punya uang, tapi dibilangin kalau tahun depan optimis, kalau begitu masyarakat kelas bawah ini bisa langsung menghaburkan uangnya, langsung belanja mereka cari baju dan lain-lain. Maka dari itu, pemberian informasi berdasarkan segmentasi itu penting," jelas Bhima.

Baca Juga: Dunia Dilanda Inflasi Kronis, Sri Mulyani: 60 Negara Terancam Krisis Utang

Selain itu, pemerintah harus segera membuat paket kebijakan untuk mengantisipasi resesi. Bhima menilai jika pemerintah menggunakan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sudah tidak tepat lagi. Sebab itu lebih cocok untuk penanganan pandemi Covid-19.

(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1537 seconds (10.55#12.26)