Pasar Eropa Bias dan Tidak Adil terhadap Sawit
Jum'at, 04 November 2022 - 09:57 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Sawit Kerap Dihajar Kampanye Negatif Asing, di Dalam Negeri Kok Ikut-ikutan?)
“Ini karena forum G20 akan memberikan dampak positif dalam menggerakkan perekonomian Indonesia untuk mampu terus menyuplai kebutuhan pangan dan energi di tingkat global di tengah adanya disrupsi rantai pasokan minyak nabati, akibat pandemi Covid-19 dan konflik geopolitik Rusia dan Ukraina,” kata Khor Yu Leng.
Menurut Khor Yu Leng, hal itu terlihat dari konsistensi permintaan pasar minyak nabati, termasuk dari negara-negara yang sedang berupaya membatasi impor minyak kelapa sawit, yang diimbangi oleh ketersediaan pasokan.
Khor Yu Leng memperkirakan konferensi G20 SVOC dapat menjadi platform untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara produsen dan konsumen minyak nabati lainnya, dalam penyediaan yang berkelanjutan di tengah tantangan global dan komitmen mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
“Ini karena forum G20 akan memberikan dampak positif dalam menggerakkan perekonomian Indonesia untuk mampu terus menyuplai kebutuhan pangan dan energi di tingkat global di tengah adanya disrupsi rantai pasokan minyak nabati, akibat pandemi Covid-19 dan konflik geopolitik Rusia dan Ukraina,” kata Khor Yu Leng.
Menurut Khor Yu Leng, hal itu terlihat dari konsistensi permintaan pasar minyak nabati, termasuk dari negara-negara yang sedang berupaya membatasi impor minyak kelapa sawit, yang diimbangi oleh ketersediaan pasokan.
Khor Yu Leng memperkirakan konferensi G20 SVOC dapat menjadi platform untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara produsen dan konsumen minyak nabati lainnya, dalam penyediaan yang berkelanjutan di tengah tantangan global dan komitmen mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
(dar)
Lihat Juga :