Mengungkap Jaringan Rahasia Oligarki Rusia untuk Sembunyikan Harta Kekayaan

Jum'at, 04 November 2022 - 10:54 WIB
loading...
Mengungkap Jaringan...
Lapisan rumit jaringan rahasia oligarki Rusia itu mempersulit Barat untuk melacak aset dan menegakkan sanksi. Membuat senjata utama ekonomi dalam upaya mengakhiri agresi Rusia di Ukraina, terlihat tumpul. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Jaringan perusahaan cangkang dan perantara yang dikelola oleh perusahaan jasa Bridgewaters mempersulit pihak berwenang untuk melacak aset dan menegakkan sanksi bagi para oligarki Rusia .

Sebuah startup laser Silicon Valley yang go public pada bulan Februari, lalu memiliki investor yang mengejutkan yakni seorang miliarder Rusia .Kesepakatan itu diarahkan melalui serangkaian perusahaan lepas pantai dan dana ventura, membuat oligarki, Alisher Usmanov memindahkan lebih banyak kekayaan miliknya ke Barat. Saham dana tersebut pada IPO bernilai USD175 juta.

Baca Juga: Mengutuk 'Perang Gila' Putin, Miliarder Rusia Melepaskan Kewarganegaraannya

Beberapa hari kemudian, Rusia menginvasi Ukraina , dan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Usmanov sebagai bagian dari upayanya untuk menekan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Investasi di Quanergy Systems Inc dilakukan melalui jaringan perusahaan cangkang dan perantara yang digunakan oleh sekutu Putin dan lainnya selama bertahun-tahun untuk memindahkan ratusan juta dolar keluar dari Rusia.

Seperti dilansir Wall Street journal, data tersebut menurut dokumen termasuk email, penawaran investasi, catatan perusahaan publik dan swasta, daftar pemegang saham dan pengarsipan SEC.

Ruang lingkup jaringan belum pernah dilaporkan sebelumnya. Ini juga telah digunakan oleh kerabat Andrei Skoch, anggota parlemen Rusia, Sergei Chemezov, mantan rekan KGB Putin yang perusahaannya menjual senjata ke militer Rusia, dan Dmitry Peskov, juru bicara Tuan Putin, serta Bank VTB yang kerap didukung Kremlin dan sering terlibat dalam kesepakatan besar pemerintah.

Saat ini semuanya masuk daftar hitam AS dan Uni Eropa, bersama dengan banyak oligarki dan perusahaan lainnya. Baca Juga: Aset Oligarki hingga Miliarder Rusia yang Dibekukan Bakal Dipakai Buat Bangun Ukraina

Lapisan rumit jaringan rahasia oligarki Rusia itu mempersulit Barat untuk melacak aset dan menegakkan sanksi. Membuat senjata utama ekonomi dalam upaya mengakhiri agresi Rusia di Ukraina, terlihat tumpul. Banyaknya saham kepemilikan parsial juga membuatnya lebih rumit secara hukum untuk menindak perusahaan.

Jaringan investasi itu membantu mengaburkan hubungan Usmanov dengan jet Airbus A340 senilai lebih dari USD350 juta yang berangkat dari Munich ke Uzbekistan segera setelah UE melarang penerbangan dengan pesawat milik Rusia dan beberapa jam setelah nama oligarki tersebut ditambahkan ke dalam daftar sanksi UE.

Pemilik jet yang terdaftar adalah perusahaan lepas pantai. "Atribusi pesawat ke Tuan Usmanov tidak jelas pada saat yang dimaksud," kata juru bicara otoritas transportasi Jerman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Ubah Barang Mewah Jadi Aset Resiliensi Finansial
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved