Jalani Fit and Proper Test, Seluruh Calon Deputi Berasal dari Internal BI
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:02 WIB
loading...
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman menjawab pertanyaan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi XI DPR diKompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. (Foto kanan) Calon Deputi Gubernur BI Juda Agung menyampaikan papa
A
A
A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan rangkaian uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada tiga calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI) yaitu Juda Agung, Aida S Budiman, dan Doni P Joewono pada 7 Juli hingga 8 Juli 2020.
Ketiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon pengganti Erwin Rijanto yang telah berakhir jabatannya pada bulan Juni 2020.
Kondisi ekonomi yang saat ini terpuruk membuat pemilihan calon deputi gubernur BI kali ini sangat penting. Mereka yang lulus uji kepatutan dan kelayakan haruslah mampu membantu Gubernur BI Perry Warjiyo bersama pemerintah memulihkan kondisi ekonomi nasional.
Untuk itu, DPR harus memilih yang terbaik dari tiga calon yang diajukan Presiden. Jika dilihat rekam jejak mereka, ketiga calon yang digadang-gadang ini berasal dari kalangan internal BI sehingga dari segi kemampuan pastilah tidak usah diragukan lagi. (Baca: Yuk Intip Profil Calon Deputi BI Pilihan Jokowi)
Aida S Budiman, yang saat ini masih menjabat asisten gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, bisa jadi merupakan calon terbaik sebagai deputi gubernur BI. Mengawali karier pada 1991 sebagai staf analis inflasi dan proyeksi perekonomian Indonesia, Aida memiliki banyak pengalaman di bidang perumusan kebijakan moneter, internasional, dan baurannya dengan kebijakan reformasi struktural.
Aida pernah menjabat sebagai wakil direktur eksekutif International Monetary Fund (IMF) South East Asia Voting Group office, mewakili 13 negara yang tergabung dalam SEAVG office, terutama untuk isu capital flows management dan implikasinya bagi negara-negara berkembang. Di kancah nasional, Aida memiliki pengalaman dalam penyusunan strategi nasional pengembangan sektor industri dan pariwisata, pengembangan ISEF, financial saftey net, dan penggunaan mata uang regional serta strategi peningkatan rating Indonesia.
Ketiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon pengganti Erwin Rijanto yang telah berakhir jabatannya pada bulan Juni 2020.
Kondisi ekonomi yang saat ini terpuruk membuat pemilihan calon deputi gubernur BI kali ini sangat penting. Mereka yang lulus uji kepatutan dan kelayakan haruslah mampu membantu Gubernur BI Perry Warjiyo bersama pemerintah memulihkan kondisi ekonomi nasional.
Untuk itu, DPR harus memilih yang terbaik dari tiga calon yang diajukan Presiden. Jika dilihat rekam jejak mereka, ketiga calon yang digadang-gadang ini berasal dari kalangan internal BI sehingga dari segi kemampuan pastilah tidak usah diragukan lagi. (Baca: Yuk Intip Profil Calon Deputi BI Pilihan Jokowi)
Aida S Budiman, yang saat ini masih menjabat asisten gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, bisa jadi merupakan calon terbaik sebagai deputi gubernur BI. Mengawali karier pada 1991 sebagai staf analis inflasi dan proyeksi perekonomian Indonesia, Aida memiliki banyak pengalaman di bidang perumusan kebijakan moneter, internasional, dan baurannya dengan kebijakan reformasi struktural.
Aida pernah menjabat sebagai wakil direktur eksekutif International Monetary Fund (IMF) South East Asia Voting Group office, mewakili 13 negara yang tergabung dalam SEAVG office, terutama untuk isu capital flows management dan implikasinya bagi negara-negara berkembang. Di kancah nasional, Aida memiliki pengalaman dalam penyusunan strategi nasional pengembangan sektor industri dan pariwisata, pengembangan ISEF, financial saftey net, dan penggunaan mata uang regional serta strategi peningkatan rating Indonesia.
Lihat Juga :