Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Selasa, 22 November 2022 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Arab Saudi biasanya menggunakan sebagian besar biji-bijian untuk pakan ternak, yang berarti serealia malting Australia bermutu tinggi, yang sebelumnya mendapatkan premi yang menarik di China, dijual dengan diskon besar-besaran.
Petani saat ini mulai menanam komoditas lain seperti kanola dan gandum, keduanya sangat diminati setelah invasi Rusia ke Ukraina.
- Seafood
Industri makanan laut Australia, yang mengekspor hampir setengah dari produksinya, juga telah memburu dunia untuk pasar baru.
Sementara China masih menjadi tujuan tunggal terbesar, Hong Kong kemudian telah mengambil pangsa pasar yang signifikan sementara permintaan dari AS, Vietnam, dan Taiwan juga telah melonjak, menurut data Industri Makanan Laut Australia.
"China masih menjadi pasar perdagangan utama kami. Ini adalah hubungan di mana kami dikenal satu sama lain," kata kepala eksekutif SIA, Veronica Papacosta.
"Kami bisa menemukan pembelian yang sangat bagus di pasar lain, tetapi itu membutuhkan waktu," paparnya.
Badan perdagangan akan membawa sekitar 20 pemasok ke pameran besar di Boston untuk pertama kalinya, kata Papacosta, yang juga direktur pelaksana Sydney Fresh Seafood.
Awal bulan juga ada berkolaborasi dengan industri anggur dan susu untuk memamerkan berbagai produk premium di Thailand, tambahnya. Lebih banyak acara direncanakan bakal digelar dari Korea Selatan hingga ke Indonesia.
- Batu Bara
Berbeda dengan industri lain, pendapatan bahan bakar fosil kini sedang booming. Ekspor batu bara ke China anjlok dari hampir 100 juta ton pada tahun keuangan 2019-2020 menjadi sekitar 20 juta ton, untuk menjadi pukulan besar bagi sektor ini di pasar terbesar kedua.
Namun mulai Juli 2020, pembelian batu bara oleh Jepang, Korea Selatan, dan India meningkat, karena ekspor yang ditujukan untuk China dialihkan ke pasar lain.
Pada akhir tahun 2021, lonjakan ekonomi yang disebabkan oleh berakhirnya pembatasan Covid-19 telah mendorong ekspor batu bara ke level tertinggi yang baru meskipun embargo masih berlangsung oleh China, menurut data pemerintah.
Ledakan itu baru tumbuh pada tahun 2022, karena permintaan bahan bakar fosil yang dipicu oleh invasi Ukraina menempatkan industri batu bara Australia di jalur yang benar. Hal itu menjadikan salah satu tahun paling menguntungkan yang pernah ada.
Pada saat yang sama, China dilaporkan telah mempertimbangkan untuk membatalkan pembatasannya pada batu bara Australia untuk memastikan mereka memiliki pasokan yang cukup karena permintaan bahan bakar fosil tumbuh di seluruh dunia.
Para ahli saat ini memperkirakan ancaman terbesar terhadap ekspor batu bara Australia bukanlah larangan China yang berkepanjangan, tetapi langkah mantap menuju energi terbarukan di beberapa pasar komoditas terbesar negara itu.
Petani saat ini mulai menanam komoditas lain seperti kanola dan gandum, keduanya sangat diminati setelah invasi Rusia ke Ukraina.
- Seafood
Industri makanan laut Australia, yang mengekspor hampir setengah dari produksinya, juga telah memburu dunia untuk pasar baru.
Sementara China masih menjadi tujuan tunggal terbesar, Hong Kong kemudian telah mengambil pangsa pasar yang signifikan sementara permintaan dari AS, Vietnam, dan Taiwan juga telah melonjak, menurut data Industri Makanan Laut Australia.
"China masih menjadi pasar perdagangan utama kami. Ini adalah hubungan di mana kami dikenal satu sama lain," kata kepala eksekutif SIA, Veronica Papacosta.
"Kami bisa menemukan pembelian yang sangat bagus di pasar lain, tetapi itu membutuhkan waktu," paparnya.
Badan perdagangan akan membawa sekitar 20 pemasok ke pameran besar di Boston untuk pertama kalinya, kata Papacosta, yang juga direktur pelaksana Sydney Fresh Seafood.
Awal bulan juga ada berkolaborasi dengan industri anggur dan susu untuk memamerkan berbagai produk premium di Thailand, tambahnya. Lebih banyak acara direncanakan bakal digelar dari Korea Selatan hingga ke Indonesia.
- Batu Bara
Berbeda dengan industri lain, pendapatan bahan bakar fosil kini sedang booming. Ekspor batu bara ke China anjlok dari hampir 100 juta ton pada tahun keuangan 2019-2020 menjadi sekitar 20 juta ton, untuk menjadi pukulan besar bagi sektor ini di pasar terbesar kedua.
Namun mulai Juli 2020, pembelian batu bara oleh Jepang, Korea Selatan, dan India meningkat, karena ekspor yang ditujukan untuk China dialihkan ke pasar lain.
Pada akhir tahun 2021, lonjakan ekonomi yang disebabkan oleh berakhirnya pembatasan Covid-19 telah mendorong ekspor batu bara ke level tertinggi yang baru meskipun embargo masih berlangsung oleh China, menurut data pemerintah.
Ledakan itu baru tumbuh pada tahun 2022, karena permintaan bahan bakar fosil yang dipicu oleh invasi Ukraina menempatkan industri batu bara Australia di jalur yang benar. Hal itu menjadikan salah satu tahun paling menguntungkan yang pernah ada.
Pada saat yang sama, China dilaporkan telah mempertimbangkan untuk membatalkan pembatasannya pada batu bara Australia untuk memastikan mereka memiliki pasokan yang cukup karena permintaan bahan bakar fosil tumbuh di seluruh dunia.
Para ahli saat ini memperkirakan ancaman terbesar terhadap ekspor batu bara Australia bukanlah larangan China yang berkepanjangan, tetapi langkah mantap menuju energi terbarukan di beberapa pasar komoditas terbesar negara itu.
(akr)
Lihat Juga :