Terjadi Ledakan PHK, Kadin Sebut Kondisi Dunia Usaha Mengkhawatirkan

Selasa, 22 November 2022 - 13:09 WIB
loading...
Terjadi Ledakan PHK, Kadin Sebut Kondisi Dunia Usaha Mengkhawatirkan
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantam beberapa perusahaan, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta mengaku sangat memahami kesulitan yang sedang dihadapi oleh dunia usaha saat ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantam beberapa perusahaan, menurut Ketua Umum Kadin DKI Jakarta , Diana Dewi menerangkan karena dampak ekonomi makro global. Diungkapkan juga olehnya kondisi dunia usaha saat ini sedang mengkhawatirkan.

"Kondisi saat ini memang masih dalam dampak yang diakibatkan pandemi yang lalu serta dampak ekonomi makro global, keputusan PHK diambil setelah beberapa opsi untuk dapat mengoptimalisasi biaya demi meningkatkan kinerja bisnis perusahaan," terang Diana kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Pecat 1.300 Orang Demi Hemat Biaya, Karyawan GOTO Tersisa Segini

Lebih lanjut Diana mengaku, pihaknya selalu memberikan masukan-masukan dan saran agar para pengusaha bisa menghindari PHK massal di tengah situasi ekonomi global yang sedang kacau. Namun, jika sudah tidak bisa dipertahankan, opsi PHK adalah saran terakhir yang Kadin berikan kepada perusahaan.

"Kami sangat memahami kesulitan yang sedang dihadapi oleh dunia usaha saat ini, kami selalu meletakkan opsi PHK dalam opsi terakhir. Langkah optimalisasi perusahaan terpaksa ditempuh untuk dapat mempertahankan kinerja perusahaan," jelasnya.

Baca Juga: Gelombang PHK Akan Semakin Berbahaya, Ini Penyebabnya!

Sebagai wadah dunia usaha, Diana mengatakan, kondisi ini kerap ia sampaikan kepada Pemerintah selaku regulator untuk dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan ekonomi. Sebab, formula-formula kebijakan akan menentukan langkah perusahaan dalam menyerap tenaga kerja.

"Kami berharap kondisi ini akan membaik dan kinerja perusahaan dapat tetap di pertahankan," tutupnya.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1386 seconds (11.252#12.26)