Jor-joran Rekrut Karyawan Berujung PHK Massal, Kelewat Pede?

Selasa, 22 November 2022 - 16:18 WIB
loading...
Jor-joran Rekrut Karyawan...
Fenomena overstaffing atau melakukan rekrutmen secara agresif menjadi salah satu penyebab yang akhirnya memicu terjadinya PHK massal. Ilustrasi foto/pexels/energipiccom
A A A
JAKARTA - Maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang dilakukan perusahaan berbasis teknologi seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Ruangguru baru-baru ini mengundang keprihatinan.

Pengamat ekonomi yang juga Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira mengatakan, fenomena overstaffing atau melakukan rekrutmen secara agresif menjadi salah satu penyebab yang akhirnya memicu terjadinya PHK massal.

Jika menilik ke belakang, saat Indonesia dilanda pandemi Covid-19, banyak CEO perusahaan over optimistis bahwa budaya transaksi atau kegiatan online akan "mendarah daging" pada masyarakat Indonesia. Lantaran pandangan seperti itu, akhirnya banyak perusahaan melakukan rekrutmen besar-besaran.

Kenyataannya, begitu pandemi reda, masyarakat lebih memilih omnichannel bahkan secara penuh berbelanja di toko offline, walaupun pembayarannya bisa jadi pakai digital/mobile banking.

"Akibat overstaffing biaya operasional membengkak, dan menjadi beban kelangsungan perusahaan digital, makanya PHK dilakukan," bebernya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Selasa (22/11/2022).

Baca juga: 10 Perusahaan Lokal yang Baru Melakukan PHK, dari Startup hingga Telekomunikasi

Kemudian, lanjut dia, sejak adanya standarisasi QRIS, banyak pengguna dompet digital yang kembali ke mobile banking. Adanya peralihan ini, beberapa perusahaan tidak mengantisipasi adanya perubahan cara main (level of playing field) dari regulasi sehingga menekan berbagai prospek pertumbuhan.

Oleh karena itu, Bhima meminta pemerintah untuk segera mengatur model bisnis e-commerce dan ride-hailing yang melakukan promo dan diskon secara besar-besaran untuk mempertahankan market share. Pasalnya, dampaknya ke persaingan usaha sektor digital menjadi kurang sehat.

"Konsumen baru mungkin akan tergoda promo tapi untuk terus menerus lakukan promo, sebenarnya suicide mission (misi bunuh diri) bagi startup. Ketika pendanaan berkurang, sementara yang dikejar hanya valuasi, maka promo dan diskon menjadi jebakan keuangan. Harusnya perusahaan digital lebih mendorong perlombaan fitur yang memang dibutuhkan oleh konsumen," paparnya.

Dia pun memprediksi gelombang PHK akan terus terjadi di berbagai perusahaan layanan digital lainnya. Mulai dari Fintech, Edutech, Healthtech juga riskan.

Baca juga: CEO Ruangguru Minta Maaf Usai Buka-bukaan Soal PHK Ratusan Karyawan

Menurut Bhima, pemerintah harus turun tangan memastikan korban PHK baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak yang diputus masa kerjanya wajib mendapatkan hak-hak sesuai peraturan ketenagakerjaan.

Lantaran skala PHK-nya masif, lanjut dia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga harus membuat posko untuk menampung apabila ada hak pekerja yang tidak dibayar penuh, maupun ditangguhkan seperti pesangon, dan sebagainya.



Terakhir, dia menyarakan agar pemerintah mempersiapkan lapangan kerja baru. Dia menyontohkan, bagi korban PHK startup dapat diserap ke anak cucu BUMN.

Hal ini untuk menghindari bysteresis atau pelemahan keahlian karena korban PHK digital yang notabene adalah pekerja dengan keahlian tinggi menganggur terlalu lama.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Gelombang Badai PHK...
Gelombang Badai PHK Masih Marak, Klaim JHT dan JKP Naik Tajam
Larangan Bahan Tambahan...
Larangan Bahan Tambahan Rokok Dinilai Tekan Industri Kretek, Bisa Picu PHK Massal
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Wanita Ini Dipecat karena...
Wanita Ini Dipecat karena Suaminya Kerja di Perusahaan Saingan, Urusannya sampai Pengadilan
Rekomendasi
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved