Melihat Lebih Dekat Kondisi Industri dalam Negeri, Kemenperin Luncurkan IKI
Rabu, 30 November 2022 - 18:36 WIB
loading...
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat meluncurkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI), Rabu (30/11/2022). Foto/MPI/Iqbal Dwi P
A
A
A
JAKARTA - Kondisi industri manufaktur Indonesia relatif baik dan tetap ekspansif meski diterpa pandemi. Guna mengetahui lebih dalam terkait kondisi manufaktur di dalam negeri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) hari ini meluncurkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI).
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan harapannya agar melalui survei yang dipakai dalam menentukan IKI itu Kemenperin bisa melahirkan kebijakan yang tepat sesuai kondisi industri di Tanah Air.
"Ada sektor yang ekspansif dan terkontraksi, dan ini yang kita harapkan dari Kemenperin untuk mencari kebijakan lanjutan, karena ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)," kata Arilangga pada peluncuran IKI, Rabu (30/11/2022).
Baca juga: Pengusaha Sebut Permenaker 18/2022 Bisa Bikin Industri Padat Karya Semaput
Sebagaimana diketahui, di penghujung tahun ini badai PHK melanda sejumlah perusahaan di sektor padat karya hingga startup. Hal ini dipicu situasi saat ini yang memang menantang di tengah ancaman resesi dan ketidakpastian global.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan harapannya agar melalui survei yang dipakai dalam menentukan IKI itu Kemenperin bisa melahirkan kebijakan yang tepat sesuai kondisi industri di Tanah Air.
"Ada sektor yang ekspansif dan terkontraksi, dan ini yang kita harapkan dari Kemenperin untuk mencari kebijakan lanjutan, karena ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)," kata Arilangga pada peluncuran IKI, Rabu (30/11/2022).
Baca juga: Pengusaha Sebut Permenaker 18/2022 Bisa Bikin Industri Padat Karya Semaput
Sebagaimana diketahui, di penghujung tahun ini badai PHK melanda sejumlah perusahaan di sektor padat karya hingga startup. Hal ini dipicu situasi saat ini yang memang menantang di tengah ancaman resesi dan ketidakpastian global.
Lihat Juga :