50% Startup Digital Mampu Bertahan di Tengah Krisis
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:24 WIB
loading...
A
A
A
Dari hasil survei ini juga diketahui kondisi startup sebelum dan setelah pandemi Covid. Sebelum pandemi melanda Indonesia, sebagian besar (74,8%) kondisi startup di Tanah Air berada dalam kondisi baik atau sangat baik. Namun saat survei dilakukan Mei-Juni tinggal 33% saja yang baik dan sangat baik. Sebanyak 24,5% dalam kondisi biasa saja. Sedangkan, 42,5% startup digital berada dalam kondisi buruk atau sangat buruk akibat pandemi Covid-19.
Survei terhadap jajaran eksekutif startup dari berbagi sektor ini juga menunjukkan jika sektor pariwisata, sektor ekosistem pendukung digitalisasi dan maritim paling terpukul. Sedangkan sektor sistem pembayaran, logistik, pertanian, kesehatan, teknologi informasi dan sektor pendidikan, meski terkena dampak, namun kondisi perusahaan masih cukup baik.
Analisis Katadata Insight Center juga menemukan jika perusahaan yang berada pada tahapan awal (seed & cockroach) cenderung paling terpukul. “Pelaku ekonomi digital yang sudah memiliki valuasi lebih besar atau pada tahapan Pony, Centaur dan Unicorn cenderung masih bisa menahan tekanan memburuknya ekonomi akibat pandemi,” kata Mulya.
(Baca Juga: Pelaku Start Up Harus Kuat dengan Inovasi dan Temuan Baru )
Tekanan yang dialami selama pandemi tergambar dalam penurunan terhadap jumlah pengunjung/pengunduh aplikasi, jumlah transaksi per bulan, nilai transaksi per bulan dan jenis produk/layanan yang ditawarkan. Jumlah startup dengan nilai transaksi di atas Rp1 miliar - 100 milyar per bulan, banyak yang mengalami penurunan omzet menjadi di bawah Rp 1 miliar, yakni dari 30,2% menjadi 14,7%. Namun, jumlah startup dengan transaksi di atas Rp 100 miliar yang semula sebanyak 10,9% startup mengalami kenaikan 2,3% menjadi 13,2%.
Survei terhadap jajaran eksekutif startup dari berbagi sektor ini juga menunjukkan jika sektor pariwisata, sektor ekosistem pendukung digitalisasi dan maritim paling terpukul. Sedangkan sektor sistem pembayaran, logistik, pertanian, kesehatan, teknologi informasi dan sektor pendidikan, meski terkena dampak, namun kondisi perusahaan masih cukup baik.
Analisis Katadata Insight Center juga menemukan jika perusahaan yang berada pada tahapan awal (seed & cockroach) cenderung paling terpukul. “Pelaku ekonomi digital yang sudah memiliki valuasi lebih besar atau pada tahapan Pony, Centaur dan Unicorn cenderung masih bisa menahan tekanan memburuknya ekonomi akibat pandemi,” kata Mulya.
(Baca Juga: Pelaku Start Up Harus Kuat dengan Inovasi dan Temuan Baru )
Tekanan yang dialami selama pandemi tergambar dalam penurunan terhadap jumlah pengunjung/pengunduh aplikasi, jumlah transaksi per bulan, nilai transaksi per bulan dan jenis produk/layanan yang ditawarkan. Jumlah startup dengan nilai transaksi di atas Rp1 miliar - 100 milyar per bulan, banyak yang mengalami penurunan omzet menjadi di bawah Rp 1 miliar, yakni dari 30,2% menjadi 14,7%. Namun, jumlah startup dengan transaksi di atas Rp 100 miliar yang semula sebanyak 10,9% startup mengalami kenaikan 2,3% menjadi 13,2%.
Lihat Juga :