G7 Batasi Harga Minyak Rusia USD60 per Barel, Ini Dampaknya ke Pasar

Selasa, 06 Desember 2022 - 10:59 WIB
loading...
G7 Batasi Harga Minyak Rusia USD60 per Barel, Ini Dampaknya ke Pasar
G7 membatasi harga minyak Rusia USD60 per barel. FOTO/dok.Istimewa
A A A
JAKARTA - Harga minyak dunia meningkat pada Selasa (6/12), setelah kebijakan pembatasan harga dari G7 dan Uni Eropa terhadap impor minyak Rusia mulai berlaku awal pekan ini.

Data perdagangan Intercontinental Exchange (ICE) hingga pukul 09:26 WIB mencatat harga minyak kontrak Februari 2023 menguat 1,02% di USD83,53 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari meningkat 1,09% sebesar USD77,92 per barel.

Baca Juga: Kremlin: Batasan Harga Minyak Tak Akan Pengaruhi Operasi Militer Khusus Rusia

Negara yang tergabung dalam G7 resmi menerbitkan sanksi pembatasan harga terhadap pasokan Rusia. Uni Eropa, G7, diikuti Australia pada pekan lalu menyepakati batas harga sebesar USD60 per barel untuk minyak Rusia yang dikirim melalui laut.

Langkah tersebut dilakukan guna membatasi kemampuan Moskow untuk membiayai perangnya di Ukraina. Di sisi lain, Rusia mengatakan tidak akan mematuhi tindakan tersebut bahkan jika harus memangkas produksi mereka.

Batasan harga ini hadir sebagai bagian dari kebijakan embargo UE atas impor minyak mentah Rusia melalui laut, mengikuti janji serupa oleh Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Inggris, sebagaimana diwartakan Reuters, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga: Tolak Pembatasan Harga, Rusia Ancam Setop Pasok Minyak ke Barat

Sementara itu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, bersama-sama disebut OPEC+, pada Minggu sepakat untuk tetap berpegang pada rencana Oktober mereka untuk memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari (bpd) mulai November kemarin. Dari sisi permintaan, pasar minyak juga masih terdongkrak oleh sentimen pembatasan Covid-19 selama akhir pekan lalu. Hal ini mendorong optimisme pemakaian bahan bakar di negeri importir utama minyak dunia itu.
(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1560 seconds (10.101#12.26)