Gara-gara Lompatan Harga Minyak, Arab Saudi Cetak Surplus Perdana Hampir 1 Dekade
Selasa, 13 Desember 2022 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Segini Penghasilan dan Kekayaan Arab Saudi dari Minyak
Sementara itu pertumbuhan ekonomi Saudi diprediksi mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan tahun 2022 ini. Melambat dari 8,5% tahun ini menjadi 3,1% pada 2023, menurut kementerian keuangan.
Pandangan berbeda disampaikan oleh lembaga pemeringkatan, usai Fitch mengungkapkan Arab Saudi mencerminkan "kondisi ekonomi yang solid." Dituliskan oleh Fitch dalam sebuah laporan, Arab Saudi tetap memiliki proyeksi positif didorong oleh perbaikan dalam neraca keuangan, mengingat pendapatan minyak dan konsolidasi fiskal yang lebih tinggi.
Namun, analis di Goldman Sachs berpikir pengeluaran akan melampaui anggaran tahun depan, karena pemerintah Arab Saudi mengejar megaproyek mahal seperti kota futuristik NEOM, investasi Visi 2030, dan banyak lagi.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman meluncurkan Visi 2030 pada tahun 2016 dengan tujuan mengubah dan memodernisasi Arab Saudi secara dramatis dan mengurangi ketergantungan ekonominya pada pendapatan dari minyak mentah.
Goldman juga memperkirakan harga minyak yang lebih rendah pada tahun depan daripada analis di Emirates NBD.
"Proyeksi kami sendiri, berdasarkan harga minyak rata-rata USD90/bbl pada tahun 2023, menghasilkan pendapatan sebesar SAR 1.187 miliar, sedikit di bawah perkiraan out-turn tahun 2022," kata sebuah laporan dari Goldman Sachs pada hari Kamis.
Sementara itu pertumbuhan ekonomi Saudi diprediksi mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan tahun 2022 ini. Melambat dari 8,5% tahun ini menjadi 3,1% pada 2023, menurut kementerian keuangan.
Pandangan berbeda disampaikan oleh lembaga pemeringkatan, usai Fitch mengungkapkan Arab Saudi mencerminkan "kondisi ekonomi yang solid." Dituliskan oleh Fitch dalam sebuah laporan, Arab Saudi tetap memiliki proyeksi positif didorong oleh perbaikan dalam neraca keuangan, mengingat pendapatan minyak dan konsolidasi fiskal yang lebih tinggi.
Namun, analis di Goldman Sachs berpikir pengeluaran akan melampaui anggaran tahun depan, karena pemerintah Arab Saudi mengejar megaproyek mahal seperti kota futuristik NEOM, investasi Visi 2030, dan banyak lagi.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman meluncurkan Visi 2030 pada tahun 2016 dengan tujuan mengubah dan memodernisasi Arab Saudi secara dramatis dan mengurangi ketergantungan ekonominya pada pendapatan dari minyak mentah.
Goldman juga memperkirakan harga minyak yang lebih rendah pada tahun depan daripada analis di Emirates NBD.
"Proyeksi kami sendiri, berdasarkan harga minyak rata-rata USD90/bbl pada tahun 2023, menghasilkan pendapatan sebesar SAR 1.187 miliar, sedikit di bawah perkiraan out-turn tahun 2022," kata sebuah laporan dari Goldman Sachs pada hari Kamis.
Lihat Juga :