Gara-gara Lompatan Harga Minyak, Arab Saudi Cetak Surplus Perdana Hampir 1 Dekade
Selasa, 13 Desember 2022 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan perkiraan pengeluaran kami di SAR 1.213 miliar (9% di atas anggaran), hasilnya akan menjadi defisit 0,7% dari PDB," bebernya.
Diterang juga ada overshoot pengeluaran yang terjadi pada tahun 2022, dengan pengeluaran saat ini melebihi anggaran sebesar 14%, tulis laporan Goldman, mengutip data dari pernyataan anggaran pemerintah. Sementara itu, belanja modal 64% lebih tinggi dari yang dianggarkan dan belanja pemerintah meningkat 9% year-on-year.
"Overshoot pengeluaran terutama terkait dengan pengeluaran untuk militer dan keamanan, serta perawatan kesehatan," tulis analis Goldman.
Peristiwa geopolitik, terutama perang Rusia di Ukraina dan sanksi berikutnya terhadap minyak Rusia dari negara-negara Barat, telah menekan pasokan minyak, meningkatkan harga energi secara tajam.
"Sebagian besar situasi fiskal dan kinerja pertumbuhan tentu saja terkait langsung dengan harga energi yang tinggi, dan secara tidak langsung terkait dengan faktor-faktor dan peristiwa geopolitik yang menggerakkan harga," kata Robert Mogielnicki, seorang sarjana residen senior di Arab Gulf States Institute di Washington, kepada AFP.
"Namun Arab Saudi memang layak mendapatkan kredit untuk konsolidasi fiskal dan reformasi ekonominya, yang juga telah membantu gambaran ekonomi secara keseluruhan," sambungnya.
Diterang juga ada overshoot pengeluaran yang terjadi pada tahun 2022, dengan pengeluaran saat ini melebihi anggaran sebesar 14%, tulis laporan Goldman, mengutip data dari pernyataan anggaran pemerintah. Sementara itu, belanja modal 64% lebih tinggi dari yang dianggarkan dan belanja pemerintah meningkat 9% year-on-year.
"Overshoot pengeluaran terutama terkait dengan pengeluaran untuk militer dan keamanan, serta perawatan kesehatan," tulis analis Goldman.
Peristiwa geopolitik, terutama perang Rusia di Ukraina dan sanksi berikutnya terhadap minyak Rusia dari negara-negara Barat, telah menekan pasokan minyak, meningkatkan harga energi secara tajam.
"Sebagian besar situasi fiskal dan kinerja pertumbuhan tentu saja terkait langsung dengan harga energi yang tinggi, dan secara tidak langsung terkait dengan faktor-faktor dan peristiwa geopolitik yang menggerakkan harga," kata Robert Mogielnicki, seorang sarjana residen senior di Arab Gulf States Institute di Washington, kepada AFP.
"Namun Arab Saudi memang layak mendapatkan kredit untuk konsolidasi fiskal dan reformasi ekonominya, yang juga telah membantu gambaran ekonomi secara keseluruhan," sambungnya.
(akr)
Lihat Juga :