11 Kisah Kebangkrutan Miliarder Dunia, dari Raja Kripto hingga Mantan Perempuan Terkaya
Selasa, 13 Desember 2022 - 21:11 WIB
loading...
A
A
A
Miliarder perhiasan Nirav Modi mengguncang sektor keuangan India usai dituduh melakukan penipuan terbesar di bank milik pemerintah. Penipuan hampir USD 1,8 miliar yang dilaporkan di bank pemerintah terbesar kedua di India merupakan pukulan bagi upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor perbankan milik negara yang sudah terlilit utang besar.
Polisi federal India menuduh Modi dan pihak lainnya bersekongkol dengan beberapa karyawan bank negara bagian terbesar kedua yang secara curang memperoleh uang pinjaman untuk membayar pemasok luar negeri.
Dana tersebut dituding untuk mendanai ekspansi perusahaannya yang saat ini telah bangkrut yakni Firestar International. Butik perhiasan Nirav Modi sebelumnya telah mendunia, mulai dari Hong Kong, London sampai New York.
Modi melarikan diri dari India pada 2018 tak lama sebelum skandal itu terungkap dan setahun kemudian terlihat di jalanan Kota London. Dia ditangkap tak lama kemudian.
Pihak berwenang India telah menyita dan menjual aset Modi, termasuk koleksi seninya yang sangat berharga. Modi lahir dari keluarga pedagang berlian dan dibesarkan di Belgia. Dia pindah ke India untuk mempelajari bisnis keluarga di bawah pamannya dan ternyata membawa ke kejatuhan bisnisnya pada tahun 1999.
3. Rishi Shah
Miliarder Kesehatan yang Dituduh Menipu
Kekayaan Bersih Dipuncak Karir: USD 3.6 miliar pada tahun 2017
Kekayaan Bersih Sekarang: USD 0
Tanggal Kejatuhan Bisnisnya: 2018
Rishi Shah yang putus kuliah mendirikan startup media kesehatan Outcome Health, dan berhasil mengumpulkan USD600 juta dengan valuation USD 5.6 miliar pada Mei 2017. Namun dalam dua tahun setelah Shah memasuki jajaran miliarder, ia dan dua petinggi eksekutif Outcome didakwa dengan penipuan karena diduga mencuri sekitar USD 1 miliar dari klien, pemberi pinjaman, dan investor dengan memoles kinerja keuangan perusahaan dan keberhasilan produknya.
Ketiganya mengaku tidak bersalah setelah didakwa pada 2019, dan akan diadili pada 2023.
4. John Kapoor
Produsen obat yang Berakhir di Penjara
Kekayaan Bersih Tertinggi: USD 3.3 miliar pada tahun 2015
Kekayaan Bersih Terbaru: N / A
Tanggal Kejatuhan Bisnis: 2017
Pengusaha dan investor industri farmasi John Kapoor adalah pendiri, CEO dan Chairman dari produsen opioid Insys Therapeutics. Pada Oktober 2017, Kapoor ditangkap dan didakwa bersekongkol menyuap dokter untuk meresepkan semprotan fentanil perusahaan Subsys, yang dirancang untuk meringankan rasa sakit terkait kanker, kepada pasien yang tidak membutuhkannya.
Insys kemudian menyatakan bangkrut dan mengatakan akan menutup operasionalnya pada 2019. Pengusaha kelahiran India, yang keluar dari peringkat miliarder Forbes hanya beberapa bulan setelah penangkapannya, menerima hukuman penjara 5 setengah tahun pada tahun 2020 setelah juri menyatakan dia dan empat eksekutif Insys lainnya bersalah atas konspirasi pemerasan. Dia akan dibebaskan pada Agustus 2024, menurut Biro Penjara Federal.
5. Elizabeth Holmes
Miliarder Teknologi yang Dijatuhi Hukuman 11 Tahun Penjara
Kekayaan Bersih di Puncak Bisnisnya: USD 4.5 miliar pada tahun 2015
Kekayaan Bersih Terbaru: USD 0
Tanggal Blowup: 2016
Salah satu pendiri Theranos, Elizabeth Holmes pernah menjadi sorotan dunia teknologi karena mengembangkan perangkat yang dia klaim akan merevolusi pengujian darah dengan hanya menggunakan satu atau dua tetes darah dari ujung jari seseorang.
Pada tahun 2015, Elizabeth Holmes yang Dropout dari Universitas Stanford merupakan salah satu wanita terkaya Amerika dengan hasil usaha sendiri.
Setahun kemudian, Forbes menurunkan perkiraan tentang kekayaan bersihnya menjadi - , setelah perusahaan teknologinya terbukti tidak dapat diandalkan dan karena perusahaan menghadapi banyak penyelidikan dari agen federal. Pada 2018, dia didakwa atas penipuan. Kasus ini masuk ke persidangan pada 2021.
Selama persidangannya, Holmes mencoba menyalahkan mantan pacarnya dan mantan presiden dan chief operating officer Theranos, Ramesh 'Sunny' Balwani. Namun, juri tidak mempercayainya dan menghukum Holmes atas empat tuduhan menipu investor pada Januari 2022.
Saat mengandung anak keduanya, dia dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun di balik jeruji besi pada November 2022. Balwani juga dinyatakan bersalah, dan menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara karena penipuan dan konspirasi untuk melakukan penipuan berencana.
6. Eike Batista
Pernah Jadi Orang Terkaya Brasil Dijatuhi Hukuman 30 Tahun
Kekayaan Bersih Terbesar: USD 30 miliar pada tahun 2012
Kekayaan Bersih Sekarang: N/A
Tanggal Blowup: 2013
Seorang pria dengan ambisi besar, pengusaha minyak dan gas Brasil, Eike Batista pernah berjanji kepada Forbes bahwa dia akan menjadi orang terkaya di dunia (gelar yang sejak saatr itu jatuh ke tangan CEO Tesla Elon Musk).
Untuk sementara waktu, hal itu sepertinya mungkin saja terjadi. Pada awal 2012, Batista bernilai sekitar USD 30 miliar karena perusahaan energi miliknya diperdagangkan secara publik.
Di bawah perusahaan induk EBX Group, sahamnya melonjak. Namun dalam setahun, di tengah kegagalan memenuhi target produksi dan keuangan, kerajaan energinya mulai runtuh.
Terungkap bahwa perusahaan minyak andalannya OGX telah melebih-lebihkan cadangan minyaknya. OGX mengajukan kebangkrutan pada tahun 2013 setelah gagal membayar obligasi senilai USD 45 miliar, menandai default perusahaan terbesar dalam sejarah Amerika Latin.
Polisi federal India menuduh Modi dan pihak lainnya bersekongkol dengan beberapa karyawan bank negara bagian terbesar kedua yang secara curang memperoleh uang pinjaman untuk membayar pemasok luar negeri.
Dana tersebut dituding untuk mendanai ekspansi perusahaannya yang saat ini telah bangkrut yakni Firestar International. Butik perhiasan Nirav Modi sebelumnya telah mendunia, mulai dari Hong Kong, London sampai New York.
Modi melarikan diri dari India pada 2018 tak lama sebelum skandal itu terungkap dan setahun kemudian terlihat di jalanan Kota London. Dia ditangkap tak lama kemudian.
Pihak berwenang India telah menyita dan menjual aset Modi, termasuk koleksi seninya yang sangat berharga. Modi lahir dari keluarga pedagang berlian dan dibesarkan di Belgia. Dia pindah ke India untuk mempelajari bisnis keluarga di bawah pamannya dan ternyata membawa ke kejatuhan bisnisnya pada tahun 1999.
3. Rishi Shah
Miliarder Kesehatan yang Dituduh Menipu
Kekayaan Bersih Dipuncak Karir: USD 3.6 miliar pada tahun 2017
Kekayaan Bersih Sekarang: USD 0
Tanggal Kejatuhan Bisnisnya: 2018
Rishi Shah yang putus kuliah mendirikan startup media kesehatan Outcome Health, dan berhasil mengumpulkan USD600 juta dengan valuation USD 5.6 miliar pada Mei 2017. Namun dalam dua tahun setelah Shah memasuki jajaran miliarder, ia dan dua petinggi eksekutif Outcome didakwa dengan penipuan karena diduga mencuri sekitar USD 1 miliar dari klien, pemberi pinjaman, dan investor dengan memoles kinerja keuangan perusahaan dan keberhasilan produknya.
Ketiganya mengaku tidak bersalah setelah didakwa pada 2019, dan akan diadili pada 2023.
4. John Kapoor
Produsen obat yang Berakhir di Penjara
Kekayaan Bersih Tertinggi: USD 3.3 miliar pada tahun 2015
Kekayaan Bersih Terbaru: N / A
Tanggal Kejatuhan Bisnis: 2017
Pengusaha dan investor industri farmasi John Kapoor adalah pendiri, CEO dan Chairman dari produsen opioid Insys Therapeutics. Pada Oktober 2017, Kapoor ditangkap dan didakwa bersekongkol menyuap dokter untuk meresepkan semprotan fentanil perusahaan Subsys, yang dirancang untuk meringankan rasa sakit terkait kanker, kepada pasien yang tidak membutuhkannya.
Insys kemudian menyatakan bangkrut dan mengatakan akan menutup operasionalnya pada 2019. Pengusaha kelahiran India, yang keluar dari peringkat miliarder Forbes hanya beberapa bulan setelah penangkapannya, menerima hukuman penjara 5 setengah tahun pada tahun 2020 setelah juri menyatakan dia dan empat eksekutif Insys lainnya bersalah atas konspirasi pemerasan. Dia akan dibebaskan pada Agustus 2024, menurut Biro Penjara Federal.
5. Elizabeth Holmes
Miliarder Teknologi yang Dijatuhi Hukuman 11 Tahun Penjara
Kekayaan Bersih di Puncak Bisnisnya: USD 4.5 miliar pada tahun 2015
Kekayaan Bersih Terbaru: USD 0
Tanggal Blowup: 2016
Salah satu pendiri Theranos, Elizabeth Holmes pernah menjadi sorotan dunia teknologi karena mengembangkan perangkat yang dia klaim akan merevolusi pengujian darah dengan hanya menggunakan satu atau dua tetes darah dari ujung jari seseorang.
Pada tahun 2015, Elizabeth Holmes yang Dropout dari Universitas Stanford merupakan salah satu wanita terkaya Amerika dengan hasil usaha sendiri.
Setahun kemudian, Forbes menurunkan perkiraan tentang kekayaan bersihnya menjadi - , setelah perusahaan teknologinya terbukti tidak dapat diandalkan dan karena perusahaan menghadapi banyak penyelidikan dari agen federal. Pada 2018, dia didakwa atas penipuan. Kasus ini masuk ke persidangan pada 2021.
Selama persidangannya, Holmes mencoba menyalahkan mantan pacarnya dan mantan presiden dan chief operating officer Theranos, Ramesh 'Sunny' Balwani. Namun, juri tidak mempercayainya dan menghukum Holmes atas empat tuduhan menipu investor pada Januari 2022.
Saat mengandung anak keduanya, dia dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun di balik jeruji besi pada November 2022. Balwani juga dinyatakan bersalah, dan menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara karena penipuan dan konspirasi untuk melakukan penipuan berencana.
6. Eike Batista
Pernah Jadi Orang Terkaya Brasil Dijatuhi Hukuman 30 Tahun
Kekayaan Bersih Terbesar: USD 30 miliar pada tahun 2012
Kekayaan Bersih Sekarang: N/A
Tanggal Blowup: 2013
Seorang pria dengan ambisi besar, pengusaha minyak dan gas Brasil, Eike Batista pernah berjanji kepada Forbes bahwa dia akan menjadi orang terkaya di dunia (gelar yang sejak saatr itu jatuh ke tangan CEO Tesla Elon Musk).
Untuk sementara waktu, hal itu sepertinya mungkin saja terjadi. Pada awal 2012, Batista bernilai sekitar USD 30 miliar karena perusahaan energi miliknya diperdagangkan secara publik.
Di bawah perusahaan induk EBX Group, sahamnya melonjak. Namun dalam setahun, di tengah kegagalan memenuhi target produksi dan keuangan, kerajaan energinya mulai runtuh.
Terungkap bahwa perusahaan minyak andalannya OGX telah melebih-lebihkan cadangan minyaknya. OGX mengajukan kebangkrutan pada tahun 2013 setelah gagal membayar obligasi senilai USD 45 miliar, menandai default perusahaan terbesar dalam sejarah Amerika Latin.
Lihat Juga :