Wakil PM Rusia Beri Sinyal Bakal Kirim Lagi Gas ke Eropa, Ini Jalurnya
Senin, 26 Desember 2022 - 08:16 WIB
loading...
Moskow siap untuk melanjutkan pasokan gas ke Eropa , sinyal kembalinya aliran gas Rusia ke Benua Biru disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri (PM) Rusia, Alexander Novak. Foto/Dok
A
A
A
MOSKOW - Moskow siap untuk melanjutkan pasokan gas ke Eropa melalui jaringan pipa Yamal-Europe. Sinyal kembalinya aliran gas Rusia ke Benua Biru, disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri (PM) Rusia, Alexander Novak kepada kantor berita TASS.
" Pasar Eropa tetap relevan, karena kekurangan gas terus berlanjut dan kami memiliki banyak kesempatan untuk melanjutkan pasokan," kata Novak seperti dikutip TASS dalam pernyataan yang diterbitkan pada hari Minggu (25/12) waktu setempat.
"Misalnya melalui, Pipa Yamal-Eropa yang dihentikan karena alasan politik sehingga tidak digunakan," sambungnya.
Baca Juga: Eropa Waspadai Turki Dijadikan Rusia Tempat Menyembunyikan Gas
Pipa Yamal-Eropa biasanya mengalir ke barat, tetapi sebagian besar telah terbalik sejak Desember 2021 karena Polandia menolak membeli dari Rusia demi memanfaatkan gas yang disimpan di Jerman.
Pada bulan Mei, Warsawa mengakhiri perjanjiannya dengan Rusia, setelah sebelumnya menolak permintaan Moskow bahwa mereka harus membeli gas dengan mata uang rubel.
Baca Juga: Eropa Sudah Dilupakan, Gas Rusia Bakal Mengalir Deras ke China lewat Jalur Siberia
" Pasar Eropa tetap relevan, karena kekurangan gas terus berlanjut dan kami memiliki banyak kesempatan untuk melanjutkan pasokan," kata Novak seperti dikutip TASS dalam pernyataan yang diterbitkan pada hari Minggu (25/12) waktu setempat.
"Misalnya melalui, Pipa Yamal-Eropa yang dihentikan karena alasan politik sehingga tidak digunakan," sambungnya.
Baca Juga: Eropa Waspadai Turki Dijadikan Rusia Tempat Menyembunyikan Gas
Pipa Yamal-Eropa biasanya mengalir ke barat, tetapi sebagian besar telah terbalik sejak Desember 2021 karena Polandia menolak membeli dari Rusia demi memanfaatkan gas yang disimpan di Jerman.
Pada bulan Mei, Warsawa mengakhiri perjanjiannya dengan Rusia, setelah sebelumnya menolak permintaan Moskow bahwa mereka harus membeli gas dengan mata uang rubel.
Baca Juga: Eropa Sudah Dilupakan, Gas Rusia Bakal Mengalir Deras ke China lewat Jalur Siberia
Lihat Juga :