Mengungkap Opsi Menambal Pendanaan Kereta Cepat Beserta Risikonya

Selasa, 03 Januari 2023 - 14:00 WIB
loading...
Mengungkap Opsi Menambal...
Pengamat mengungkapkan, beberapa opsi pendanaan untuk menambal membengkaknya pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah resmi memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) sebesar Rp3,2 triliun. Tujuan utamanya agar proyek tersebut bisa rampung pada pertengahan tahun 2023.

Baca Juga: PMN KAI Rp3,2 Triliun Cair Akhir Desember, Dananya Buat Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian dan Angkutan Jalan Antar Kota MTI, Aditya Dwi Laksana mengungkapkan, beberapa kemungkinan yang menjadi dasar Pemerintah menggunakan PMN untuk menambal kekurangan biaya pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung .

Menurut Aditya, sebetulnya ada beberapa opsi lagi selain menggunakan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) untuk mendanai proyek tersebut. Namun setiap skema pembiayaan tentu memiliki risikonya masing-masing. Akhirnya PMN dipilih karena mengandung tingkat risiko yang tidak terlalu tinggi.

"Bisa juga melalui penerbitan obligasi, tetapi obligasi ini tergantung pada prospek bisnis ke depan, khawatirnya nanti obligasi tidak diminati karena menang potensi dan prospek bisnisnya masih belum jelas," ujar Aditya dalam Market Review IDXChannel, Selasa (3/1/2023).

Baca Juga: Biaya Kereta Cepat Bengkak Rp21 Triliun, MTI Sebut Perencanaan Proyek Tidak Tepat

Selanjutnya opsi lainnya jika tidak menggunakan dana PMN, bisa juga dengan mengurangi presentase kepemilikan dari proyek KCIC tersebut, misalnya porsi kepemilikan China lebih besar dari Indonesia. Supaya pembengkakan yang ditanggung Indonesia bisa lebih kecil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Whoosh Tembus 53.000
Rosan Ngaku Sudah Kantongi...
Rosan Ngaku Sudah Kantongi Solusi Utang Whoosh Rp124 Triliun, Seperti Apa?
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
Arus Balik Long Weekend...
Arus Balik Long Weekend Padati Whoosh, Separuh Penumpang Bergerak ke Jakarta
8 Tips Beli Tiket Kereta...
8 Tips Beli Tiket Kereta Jakarta-Jogja Murah Untuk Liburan Hemat
Rekomendasi
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved