Bidik 15 Juta Ton Beras, Mentan Minta Musim Tanam Kedua Dipercepat
Senin, 13 Juli 2020 - 13:21 WIB
loading...
Dengan percepatan musim tanam kedua, diharapkan pada Desember 2020 Indonesia bisa panen lagi hingga memperoleh 15 juta ton beras. Foto/Dok SINDOphoto/Ahmad Antoni
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta kepada seluruh kepala dinas se-Indonesia untuk segera mempercepat musim tanam (MT) padi kedua di tahun 2020 setelah panen raya periode Maret-Mei 2020. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi ketersediaan pangan masyarakat.
"Tolong musim tanam II ini dipercepat sehingga alam yang masih bersahabat dengan hujan, alam yang masih bersahabat dengan aliran-aliran irigasi di primer, sekunder, dan tersier masih terisi cukup kuat untuk bisa mengaliri air yang ada. Segera digunakan semaksimal mungkin untuk MT II," ujar Syahrul dalam sambutannya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional 2020, di Jakarta, Senin (13/7/2020). (Baca: Mentan Ngebet dengan Musim Panen demi Kecukupan Pangan )
Dengan percepatan tersebut, dia memprediksi nantinya pada Desember 2020 Indonesia bisa panen lagi hingga memperoleh 15 juta ton beras. Ada sekitar 5,6 juta hektare (Ha) lahan sawah yang disiapkan untuk percepatan.
"Dengan percepatan musim tanam II ini diharapkan ada produksi beras, dan kalau ini semua berjalan dengan baik antara 12,5 juta sampai 15 juta ton pada akhir Desember 2020 diperkirakan ada stok (beras). Bahkan, setelah kita makan kurang lebih 15 juta, maka yang tersisa 6 juta ton lebih memasuki tahun 2021," tambahnya. (Baca juga: 6 Manfaat Beras Merah, Jaga Kekebalan Tubuh hingga Kesehatan Jantung )
Syahrul menjelaskan, stok beras dalam negeri saat ini masih tersedia 7 juta ton. Dengan prediksi panen MT II tersebut, ketersediaan pangan dalam kondisi apapun dijamin aman. Dia pun meminta semua yang terlibat untuk bekerja sama menyukseskan program MT II.
"Tolong musim tanam II ini dipercepat sehingga alam yang masih bersahabat dengan hujan, alam yang masih bersahabat dengan aliran-aliran irigasi di primer, sekunder, dan tersier masih terisi cukup kuat untuk bisa mengaliri air yang ada. Segera digunakan semaksimal mungkin untuk MT II," ujar Syahrul dalam sambutannya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional 2020, di Jakarta, Senin (13/7/2020). (Baca: Mentan Ngebet dengan Musim Panen demi Kecukupan Pangan )
Dengan percepatan tersebut, dia memprediksi nantinya pada Desember 2020 Indonesia bisa panen lagi hingga memperoleh 15 juta ton beras. Ada sekitar 5,6 juta hektare (Ha) lahan sawah yang disiapkan untuk percepatan.
"Dengan percepatan musim tanam II ini diharapkan ada produksi beras, dan kalau ini semua berjalan dengan baik antara 12,5 juta sampai 15 juta ton pada akhir Desember 2020 diperkirakan ada stok (beras). Bahkan, setelah kita makan kurang lebih 15 juta, maka yang tersisa 6 juta ton lebih memasuki tahun 2021," tambahnya. (Baca juga: 6 Manfaat Beras Merah, Jaga Kekebalan Tubuh hingga Kesehatan Jantung )
Syahrul menjelaskan, stok beras dalam negeri saat ini masih tersedia 7 juta ton. Dengan prediksi panen MT II tersebut, ketersediaan pangan dalam kondisi apapun dijamin aman. Dia pun meminta semua yang terlibat untuk bekerja sama menyukseskan program MT II.
Lihat Juga :