Mengenal Sosok Zhang Hongchao, CEO Mixue yang Cabangnya Sudah Menjalar
Selasa, 10 Januari 2023 - 18:12 WIB
loading...
Mixue, brand es krim yang kini sangat populer dan memiliki banyak cabang tersebar di berbagai tempat Indonesia. Foto DOK ist
A
A
A
JAKARTA - Mixue , brand es krim yang kini sangat populer dan memiliki banyak cabang tersebar di berbagai tempat Indonesia. Diketahui, Mixue telah didirikan pada tahun 1997 oleh pengusaha asal China yakni Zhang Hongchao.
Dikutip dari kanal YouTube Holla Juga, Zhang Hongchao memulai bisnis awalnya hanya bermodalkan 4000 yuan atau setara Rp7 Juta. Mengandalkan peralatan sederhana seperti mesin serut es, pemotong es dan sepeda butut Zhang Hongchao hanya menjual tiga jenis produk saja yakni es krim, es serut dan smoothie.
Baca juga : 5 Makanan Viral Tidak Berlogo Halal Sepanjang 2022, Terbaru Mixue
Seiring berjalannya waktu, es krim miliknya sangat digemari semua kalangan masyarakat. Namun bisnisnya tidak selalu berjalan dengan mulus, bahkan dia pernah mengalami kebangkrutan dan harus terpaksa ditutup.
Sebagai pengusaha yang menginginkan kesuksesan, ia tidak menyerah begitu saja. Setahun setelah kebangkrutannya, Hongchao kembali mendirikan usahanya.
Berkat kerja kerasnya ia telah memperoleh keuntungan hingga 100 yuan setiap harinya atau setara Rp175 ribu dalam sehari. Menyadari keuntungan yang cukup banyak, kemudian Hongchao mulai menawarkan produknya kepada para pemodal.
Pada tahun 2007, Hongchao mulai menawarkan bisnisnya kepada para pemodal yang ada di Provinsi Henan. Setahun setelahnya yakni pada tahun 2008, ia telah memiliki 180 cabang.
Dikutip dari kanal YouTube Holla Juga, Zhang Hongchao memulai bisnis awalnya hanya bermodalkan 4000 yuan atau setara Rp7 Juta. Mengandalkan peralatan sederhana seperti mesin serut es, pemotong es dan sepeda butut Zhang Hongchao hanya menjual tiga jenis produk saja yakni es krim, es serut dan smoothie.
Baca juga : 5 Makanan Viral Tidak Berlogo Halal Sepanjang 2022, Terbaru Mixue
Seiring berjalannya waktu, es krim miliknya sangat digemari semua kalangan masyarakat. Namun bisnisnya tidak selalu berjalan dengan mulus, bahkan dia pernah mengalami kebangkrutan dan harus terpaksa ditutup.
Sebagai pengusaha yang menginginkan kesuksesan, ia tidak menyerah begitu saja. Setahun setelah kebangkrutannya, Hongchao kembali mendirikan usahanya.
Berkat kerja kerasnya ia telah memperoleh keuntungan hingga 100 yuan setiap harinya atau setara Rp175 ribu dalam sehari. Menyadari keuntungan yang cukup banyak, kemudian Hongchao mulai menawarkan produknya kepada para pemodal.
Pada tahun 2007, Hongchao mulai menawarkan bisnisnya kepada para pemodal yang ada di Provinsi Henan. Setahun setelahnya yakni pada tahun 2008, ia telah memiliki 180 cabang.
Lihat Juga :