Wall Street Jatuh Terbebani Kekhawatiran Yunani
Rabu, 27 Mei 2015 - 08:42 WIB
Wall Street Jatuh Terbebani Kekhawatiran Yunani
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup jatuh, mendorong indeks S&P 500 mengalami koreksi terbesar dalam tiga pekan terakhir karena terbebani kekhawatiran tentang Yunani.
Ditambah optimistisnya beberapa data, yang memicu ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) bisa dilakukan lebih awal.
Sebanyak 10 sektor di indeks S&P terkoreksi, dengan penurunan harga minyak membebani saham sektor energi dan transportasi. Indeks energi (SPNY) anjlok 1,6%, begitu juga dengan sektor transportasi (DJT) yang turun 1,6% dan menyentuh level terendah sejak 23 Oktober 2014.
Adapun dolar AS (USD) melonjak 1,3% terhadap sejumlah mata uang utama karena susutnya harga komoditas.
"Anda melihat berlanjutnya penurunan di transportasi dan itu adalah pukulan paling keras terutama untuk transportasi minyak," kata Kepala Strategi Pasar di Boston Private Wealth Robert Pavlik seperti dilansir dari Reuters, Rabu (27/5/2015).
Sementara laporan menunjukkan rencana belanja investasi AS meningkat pada April, kepercayaan konsumen membaik bulan ini dan harga rumah memperpanjang kenaikan pada Maret.
Data tersebut dirilis setelah Gubernur Federal Reserve Janet Yellen pada akhir pekan lalu mengatakan, bank sentral akan menaikkan suku bunga tahun ini jika ekonomi terus membaik. Hal itu memicu proyeksi bahwa suku bunga akan dilakukan pada September mendatag.
Menambah kekhawatiran bursa saham adalah sentimen dari Yunani, yang kemungkinan tidak mampu memenuhi tenggat waktu pembayaran utangnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada 5 Juni 2015.
Akibatnya, Dow Jones Industrial Average ditutup turun 190,48 poin atau 1,04% ke 18.041,54; indeks S&P 500 kehilangan 21,86 poin atau 1,03% ke 2.104,2; dan Nasdaq Composite turun 56,61 poin atau 1,11% ke 5.032,75.
Saham Apple (AAPL.O), yang merosot 2,2% menjadi USD129,62 menjadi hambatan terbesar pada tiga indeks utama.
Sekitar 6,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, sedikit di atas rata-rata harian bulanan sebanyak 6,2 miliar saham.
Ditambah optimistisnya beberapa data, yang memicu ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) bisa dilakukan lebih awal.
Sebanyak 10 sektor di indeks S&P terkoreksi, dengan penurunan harga minyak membebani saham sektor energi dan transportasi. Indeks energi (SPNY) anjlok 1,6%, begitu juga dengan sektor transportasi (DJT) yang turun 1,6% dan menyentuh level terendah sejak 23 Oktober 2014.
Adapun dolar AS (USD) melonjak 1,3% terhadap sejumlah mata uang utama karena susutnya harga komoditas.
"Anda melihat berlanjutnya penurunan di transportasi dan itu adalah pukulan paling keras terutama untuk transportasi minyak," kata Kepala Strategi Pasar di Boston Private Wealth Robert Pavlik seperti dilansir dari Reuters, Rabu (27/5/2015).
Sementara laporan menunjukkan rencana belanja investasi AS meningkat pada April, kepercayaan konsumen membaik bulan ini dan harga rumah memperpanjang kenaikan pada Maret.
Data tersebut dirilis setelah Gubernur Federal Reserve Janet Yellen pada akhir pekan lalu mengatakan, bank sentral akan menaikkan suku bunga tahun ini jika ekonomi terus membaik. Hal itu memicu proyeksi bahwa suku bunga akan dilakukan pada September mendatag.
Menambah kekhawatiran bursa saham adalah sentimen dari Yunani, yang kemungkinan tidak mampu memenuhi tenggat waktu pembayaran utangnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada 5 Juni 2015.
Akibatnya, Dow Jones Industrial Average ditutup turun 190,48 poin atau 1,04% ke 18.041,54; indeks S&P 500 kehilangan 21,86 poin atau 1,03% ke 2.104,2; dan Nasdaq Composite turun 56,61 poin atau 1,11% ke 5.032,75.
Saham Apple (AAPL.O), yang merosot 2,2% menjadi USD129,62 menjadi hambatan terbesar pada tiga indeks utama.
Sekitar 6,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, sedikit di atas rata-rata harian bulanan sebanyak 6,2 miliar saham.
(rna)
Lihat Juga :