Pengelolaan APBN 2014 Dinilai Belum Penuhi UU

Rabu, 01 Juli 2015 - 13:59 WIB
Pengelolaan APBN 2014...
Pengelolaan APBN 2014 Dinilai Belum Penuhi UU
A A A
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi PDIP Daniel Lumban Tobing mengatakan, pengelolaan APBN 2014 belum memenuhi peraturan perundang-perundangan, khususnya untuk Direktorat Jenderal Pajak. Terlebih lagi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan APBN tidak efisien.

Hal ini terkait temuan BPK terhadap perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Perjanjian Karya Pengusaha Batubara (PKP2B) generasi yang tidak konsisten, sehingga Rp1,21 triliun tidak bisa ditelusuri.

Namun demikian, ujar Daniel, FPDIP mengapresiasi pemerintah telah memenuhi transparansi fiskal meskipun FPDIP menilai APBN masih ditemukan ketidak efisienan.

"Kejelasan reward dan punishment harus ditetapkan terhadap pemerintah agar tidak terjadi kesalahan berulang. Kami dari FPDIP mendesak pemerintah agar tertib anggaran serta perencanaan," katanya dalam Rapat Paripurna di DPR, Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Sementara, anggota dari fraksi Golkar Zulfadhli mengatakan, pemerintah hendaknya menyusun asumsi makro yang lebih realistis untuk menjaga kredibilitas APBN.

"Menjaga sumber-sumber pertumbuhan, APBN sebagai stimulus ekonomi, penyebaran sumber pertumbuhan khususnya di luar Jawa dan menyebabkan kerentanan pertumbuhan," ujar dia.

Menurutnya, inflasi saat ini 8,32% jauh dari target 7%. Fraksi Partai Golkar mengingatkan inflasi bukan hanya angka, tapi beban bagi masyarakat.

"Pendapatan pajak kita saat ini turun di 95,8%. Penurunannya akibat rendahnya penerimaan perpajakan. Pemerintah harus mengoptimalkan data Wajib Pajak dan Objek Pajak, seiring pertumbuhan kelas menengah," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN 2026 Disetujui...
APBN 2026 Disetujui DPR, Belanja Negara Tembus Rp3.842,72 Triliun
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Catat! Ini Fokus Utama...
Catat! Ini Fokus Utama Kebijakan APBN Jokowi Tahun Depan
Menkeu Pastikan Anggaran...
Menkeu Pastikan Anggaran Ibu Kota Baru Masuk RAPBN 2021
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Presiden Trump: Zelensky...
Presiden Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved