Tujuh Poin Ini Bisa Dilakukan Jokowi Hadapi Lesunya Ekonomi

Minggu, 04 Oktober 2015 - 20:15 WIB
Tujuh Poin Ini Bisa...
Tujuh Poin Ini Bisa Dilakukan Jokowi Hadapi Lesunya Ekonomi
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan (menkeu) era Orde Baru (Orba) Fuad Bawazier menyarankan pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih memasyarakat. Fuad mengungkapkan ada tujuh poin yang harus dilakukan Joko Widodo (Jokowi) Cs dalam menghadapi lesunya ekonomi saat ini.

Tujuh Poin tersebut, Fuad menuturkan, seharusnya bisa dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta itu karena akan sangat berpengaruh ke masyarakat. (Baca: Mantan Menkeu Tak Yakin Pemerintah Serius Perbaiki Ekonomi)

"Pertama, yang terpenting bebaskan itu deposito uang yang ditaruh di bank. Tidak perlu mengusut asal usulnya uang itu dari mana. Ini pernah dilakukan pemerintahan terdahulu," ujarnya di Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Kedua, dia meminta agar asal-usul modal yang dimiliki juga tidak perlu diusut lebih lanjut. Pasalnya saat ini, menurut dia, orang lebih banyak menyimpan uangnya di bawah bantal dibanding menabung di bank karena khawatir kena pajak.

"Saking mereka ketakutan karena pajaknya tinggi, mereka simpan uang di bantal. Balik lagi seperti zaman dulu ketika perbankan masih minim," katanya.

Ketiga, Fuad meminta harga bahan bakar minyak (BBM) bisa diturunkan, sehingga masyarakat tidak lagi menyubsidi pemerintah dengan tingginya harga BBM di saat harga minyak dunia justru mengalami penurunan.

"Keempat, soal listrik. Turunkan Tarif Dasar Listrik (TDL) baik rumah tangga maupun industri. Kalau yang TDL rumah tangga supaya punya kelebihan uang buat konsumsi. Kalau yang TDL industri supaya mereka lebih kompetitif," sambung Fuad.

Selanjutnya, pemerintah juga diminta melakukan deregulasi perizinan hingga ke tingkat yang paling rendah. Pasalnya, dia mengatakan, perizinan sudah menjadi lahan bisnis.

"Karena banyak penjabat berlomba-lomba membuat izin buat tambahan duit mereka. Banyak calo, banyak ladang rezeki yang ujung-ujungnya bikin rakyat susah," ungkap dia.

Kemudian, untuk memperbaiki perekonomian rakyat di tingkat pedesaan, Fuad meminta kepada pemerintah untuk melonggarkan izin pertambangan rakyat sebab pertambangan rakyat merupakan salah satu cara menghidupkan perekonomian di daerah.

"Terakhir, paket ini untuk memberikan lapangan pekerjaan dan menggerakan ekonomi. Berikan izin kepada individu dan asing untuk miliki nonlanded house supaya properti juga bisa bergerak," tandasnya.

Baca:

Jokowi-BI Tak Kompak, Paket Kebijakan Ekonomi Dinilai Gagal

Kata Staf Ahli Menkeu soal Paket Ekonomi Kurang Nendang
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Pesan Erick Thohir:...
Pesan Erick Thohir: Jangan Karena Ganti Pemimpin, Kebijakannya Ganti Lagi
Perbandingan Kebijakan...
Perbandingan Kebijakan al-Sisi dan Mursi ketika Memimpin Mesir
Pengamat dari UNM Dukung...
Pengamat dari UNM Dukung Strategi Ekonomi Jokowi
Berita Terkini
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
1 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
2 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
6 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
14 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
15 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
15 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved