Gapmmi: Stop Impor Garam Mati Kita

Selasa, 06 Oktober 2015 - 20:02 WIB
Gapmmi: Stop Impor Garam...
Gapmmi: Stop Impor Garam Mati Kita
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan, jika pemerintah mengeluarkan kebijakan stop impor garam, masyarakat terutama industri akan kebingungan.

Selama ini, pemerintah sering mewacanakan menutup keran impor garam terutama garam konsumsi. Namun, lagi-lagi keran impor tersebut dibuka karena besarnya kebutuhan garam di dalam negeri.

"Ya, mati kita (jika kran impor garam ditutup). Otomatis enggak bisa kerja. Karena sempat pas sebelum Lebaran itu industri makan minuman (mamin) berhenti produksi gara-gara hal kecil, yakni enggak ada garam. Padahal, pemakaian garam itu sebetulnya hanya nol koma berapa persen itu kecil sebenarnya. Tapi tanpa garam kan enggak enak, karena itu standar produknya‎. Nah, akhirnya pemerintah menyadari dibuka lagi izin impornya," terang Adhi di Jakarta, Selasa (6/10/2015)

Dia menyebutkan, pemerintah ingin menyiapkan regulasi bagaimana bahan baku industri supaya diperlancar, agar industri mamin dan lainnya berjalan baik. Apalagi dalam menghadapi kondisi ekonomi seperti sekarang.

Saat ini, lanjut Adhi, kebutuhan garam untuk industri mamin sekitar 397 ribu-an ton. "Itu untuk makanan minuman saja ya. Kalau total kebutuhan yang besar itu untuk industri alkali, seperti industri kaca, kimia, itu kira-kira 1,8 juta ton. Mamin itu kecil sebetulnya cuma segitu. Impornya dari Australia dan India kebanyakan," ungkapnya.

Saat ini, pertumbuhan volume impor garam di Indonesia per tahun sebesar 8%. Terutama tahun ini untuk industri ritel pertumbuhannya mencapai 11%.

"Sekitar 7-8% pertumbuhannya, sesuai dengan pertumbuhan industri ya. Tapi, tahun ini memang industri mamin kalau value memang tetap naik. Kemarin kita bicara dengan retailer itu juga bilang sekitar 8-11% naiknya, itu value ya. Tapi, volume kita flat tahun ini. Ini yang jadi masalah. Padahal, mamin itu volumenya biasa naik lumayan. Nah, ini yang karena masalah perlambatan ekonomi cukup berat juga," tandasnya.

Baca juga:

Rizal Ramli Sebut Ada Tujuh Begal Importasi Garam

700 Ribu Pekerja Cairkan JHT, Indikasi PHK Bertambah
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jelang Ramadan, Gapmmi:...
Jelang Ramadan, Gapmmi: Industri Butuh Impor Garam dan Beras Pecah Kulit
Pengusaha Mamin: Nilai...
Pengusaha Mamin: Nilai Impor Garam Kecil, Tapi Menghasilkan Nilai Ekspor Besar
Produk Pangan Dibatasi...
Produk Pangan Dibatasi Pemakaian Gula, Garam, dan Lemak! Produsen Mamin Teriak
Pengusaha Mamin Kesulitan...
Pengusaha Mamin Kesulitan Bayar Upah di Tengah Pandemi Covid-19
Es Krim Viennetta Langka,...
Es Krim Viennetta Langka, Gapmmi Pastikan Tak Ada Penimbunan
Konsumsi Lemah Dihantam...
Konsumsi Lemah Dihantam Covid-19, Industri Mamin Terkoreksi
Berita Terkini
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
18 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved