BKPM: Pemberantasan Impor Illegal Dorong Investasi Tekstil

Minggu, 18 Oktober 2015 - 15:52 WIB
BKPM: Pemberantasan...
BKPM: Pemberantasan Impor Illegal Dorong Investasi Tekstil
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan, langkah pemerintah untuk memberantas impor ilegal terutama di sektor tekstil, diharapkan dapat menjaga pertumbuhan investasi di sektor tersebut.

Melalui pemberantasan produk impor ilegal, pihaknya berharap investor tekstil yang orientasi produknya di dalam negeri dapat terus tumbuh karena pasar domestik relatif terjaga.

Menurutnya, industri tekstil adalah sektor padat karya yang harus diprioritaskan untuk dijaga pertumbuhannya, karena dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja.

"Kami mencatat pertumbuhan investasi industri tekstil yang semester pertama 2015 mencapai 58%. Hal ini perlu dipertahankan. BKPM juga mencatat penyerapan tenaga kerja di sektor ini pada semester I/2015, 6,5 kali lebih besar dibanding sektor lainnya," ujar dia dalam rilisnya, Minggu (18/10/2015).

Menurutnya, pada Jumat (16/10), Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Keuangan Bambang
Brodjonegoro, Kepala BKPM Franky Sibarani dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi hadir dalam pemberantasan impor tekstil ilegal.

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai dan Kepolisian menggagalkan penyelundupan empat kontainer berisi gulungan kain 3.519 rol senilai USD1.028.000 (setara Rp14 miliar).

Modus penyelundupan dengan cara membongkar barang impor di luar kawasan berikat (di areal pergudangan Marunda Jakarta Utara).

"Program pemberantasan impor ilegal di sektor tekstil merupakan program jangka menengah dari Desk Khusus Investasi sektor tekstil dan sepatu, melalui pelibatan Ditjen Bea dan Cukai," ujarnya.

BKPM, melalui desk khusus ini telah menerima pengaduan 17 perusahaan sektor hilir tekstil dan 6 perusahaan sektor hulu tekstil yang mengeluhkan keberadaan produk impor illegal mengganggu pasar domestik mereka.

Dia mengatakan, desk ini dibentuk BKPM dan Kementerian lainnya, untuk membantu investor existing yang menghadapi masalah dan mencegah terjadinya PHK.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BKPM Susun Road Map...
BKPM Susun Road Map Industri Alat Kesehatan di Tanah Air
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Pastikan Realisasi...
BKPM Pastikan Realisasi Investasi Tetap di Kawasan Industri
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved