Pertumbuhan Uang Beredar September 2015 Melambat

Sabtu, 07 November 2015 - 18:10 WIB
Pertumbuhan Uang Beredar...
Pertumbuhan Uang Beredar September 2015 Melambat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan likuiditas perekonomian M2 (uang beredar luas) pada periode September 2015 mengalami perlambatan dibanding bulan sebelumnya.

Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI Andiwiana mengungkapkan, posisi M2 tercatat sebesar Rp4.507,9 triliun, tumbuh 12,7% (yoy) atau melambat dibanding dengan Agustus 2015 sebesar 13,3% (yoy).

Menurutnya, melambatnya pertumbuhan uang beredar luas bersumber dari perlambatan pertumbuhan M1 (uang beredar sempit) dan uang kuasi. Sementara komponen surat berharga selain saham tercatat meningkat.

"Komponen M1 (uang kartal dan giro rupiah) tercatat sebesar Rp1.063,0 triliun, tumbuh melambat menjadi 12,0% (yoy) dari 14,6% (yoy) pada Agustus 2015. Ini terutama karena melambatnya pertumbuhan giro rupiah," katanya di Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Dia menuturkan, hal ini sejalan dengan perkiraan melemahnya konsumsi, sebagaimana terindikasi dari indeks keyakinan konsumen yang menurun pada September 2015. Posisi uang kuasi tercatat sebesar Rp3.425,6 triliun, atau tumbuh 12,5% (yoy) lebih rendah dibanding pertumbuhan Agustus 2015 (12,7% yoy).

Melambatnya pertumbuhan uang kuasi, sambung Andiwiana, terutama dalam bentuk simpanan berjangka (rupiah dan valuta asing) dan giro valuta asing sektor swasta. Sedangkan untuk tabungan (rupiah dan valuta asing) tumbuh meningkat.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, penghimpunan simpanan masyarakat di bank atau dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami perlambatan pada September 2015.

Posisi simpanan masyarakat di bank tercatat sebesar Rp4.322,2 triliun, atau tumbuh 11,5% (yoy) melambat dibandingkan sengan Agustus 2015 12,6% (yoy). "Hal ini sejalan dengan masih melambatnya pertumbuhan ekonomi," tutupnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar 27 Pemain Timnas...
Daftar 27 Pemain Timnas Indonesia di FIFA Matchday September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved