Revisi DNI, Pemerintah Persilakan Asing Kuasai Industri Ini

Rabu, 13 Januari 2016 - 14:39 WIB
Revisi DNI, Pemerintah...
Revisi DNI, Pemerintah Persilakan Asing Kuasai Industri Ini
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengungkapkan, pada putaran pertama revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang dirilis akhir Januari 2016, akan dikeluarkan revisi DNI terhadap bidang usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dia menyebutkan, beberapa subsektor ekonomi kreatif yang akan diluncurkan aturan DNI pada akhir Januari 2016 adalah film, distribusi, dan bioskop. Sementara bidang usaha pariwisata antara lain perhotelan, kawasan wisata, dan wisata perahu.

"Ada beberapa yang pengaturannya perlu kementerian terkait. Misalnya wisata bahari, bagaimana kapalnya. Itu kan terkait dengan perhubungan. Terkait dengan SDM, posisinya gimana," katanya di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Franky menuturkan, pada prinsipnya dua bidang usaha ini bisa terbuka mayoritas untuk asing. Bahkan, asing dapat masuk dalam dua bidang usaha tersebut hingga di atas 50%.

"Dua minggu lagi diharapkan, kan sekarang ada 16 bidang. Ditargetkan dua minggu sudah selesai 6-7 bidang. Di antaranya dua itu, karena itu yang sudah lebih dekat pembahasannya. Sudah mau final, terbuka di atas 50%," jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan bahwa DNI untuk putaran pertama akan siap dirilis dalam dua pekan ke depan.

Dia menerangkan, akan ada putaran-putaran berikutnya karena banyak komoditas yang harus ditinjau ulang peruntukkan asingnya.

Menurut Darmin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menekankan untuk segera melakukan perbaikan dan perubahan terhadap DNI. Setidaknya, terdapat 754 komoditas yang ada di dalam DNI yang harus ditinjau satu per satu.

"Presiden mengatakan agar segera dilakukan perbaikan perubahan terhadap DNI yang diharapkan dalam waktu dua minggu sudah mulai keluar satu putaran. Karena akan ada putaran berikutnya. Kalau Anda ingin tahu, ada beberapa komoditi totalnya 754. Jadi tidak bisa sekaligus semua selesai," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Baca Juga:

Revisi DNI, Mendag Lembong Buka Pintu Lebar Asing Masuk RI
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Ini Faktor Penyumbang...
Ini Faktor Penyumbang Realisasi Investasi Kuartal I/2020
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved