Wall Street Menguat Terbantu Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 23 Februari 2016 - 07:53 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Terbantu Kenaikan Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melonjak, dibantu kenaikan harga minyak yang mengangkat saham energi yang baru-baru ini sempat hancur, termasuk saham Chevron dan Schlumberger.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23/2/2016), selama bulan ini Wall Street mengikuti jejak harga minyak dunia dan membuat Indeks S&P 500 turun 5% sepanjang tahun ini, menyusul pemulihan parsial pekan lalu.

Iindeka Dow Jones Industrial Average naik 1,39% menjadi 16.620,66, Indeka S&P 500 naik 1,45% menjadi 1.945,5 dan Nasdaq Composite bertambah 1,47% menjadi 4.570,61.

Keuntungan saham kemarin berhasil membuat 10 sektor besar S&P menyelesaikan lebih tinggi, namun investor shell-kaget oleh gejolak pasar tahun ini dan tetap waspada.

"Anda masih memiliki kekhawatiran tentang China terkait dengan pertumbuhan ekonomi dan itulah mengapa Anda masih akan memiliki volatilitas ini. Kami masih akan memiliki pertimbangan tentang perusahaan energi yang dililit utang akan menjadi default," kata Kurt Brunner, manajer portofolio di Swarthmore Group di Philadelphia.

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) ditutup naik lebih dari 6%tapi masih tetap sekitar posisi terendah dalam satu dekade, sementara harga logam industri seperti tembaga dan seng naik karena investor khawatir tentang kekurangan potensial.

Sektor energi pada Indeks S&P 500 naik 2,23% didorong oleh Chevron (CVX.N) yang naik 2,68% dan saham perusahaan penyedia jasa ladang minyak Schlumberger ditutup naik 2,06%.

Gejolak baru-baru ini di pasar global dan ketidakpastian ekonomi makro telah meninggalkan investor terpecah mengenai apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
46 menit yang lalu
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
1 jam yang lalu
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
1 jam yang lalu
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved