Wall Street Melemah Tertekan Penurunan Harga Minyak

Rabu, 24 Februari 2016 - 07:47 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah Tertekan Penurunan Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks bursa saham Amerika Serikat, Wall Street ditutup merosot tertekan penurunan baru harga minyak dunia. Padahal, sebelumnya kenaikan harga minyak telah membantu pasar saham AS rebound setelah terlihat melambat pada awal tahun ini.

Indeks utama AS utama ditutup turun lebih dari 1% terpengaruh penurunan harga minyak lebih dari 4%. Pasar ekuitas tahun ini telah terkait erat dengan fluktuasi harian harga minyak yang anjlok, seperti terlihat pada saham energi yang anjlok 3,2%.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/2/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 188,88 poin atau 1,14% ke 16.431,78, Indeks S&P 500 kehilangan 24,23 poin atau 1,25% menjadi 1.921,27 dan Nasdaq Composite turun 67,02 poin atau 1,47% ke level 4.503,58.

"Pasar benar-benar khawatir kehilangan sesuatu di sini, bahwa perlambatan global mungkin lebih signifikan daripada kita mengakui dan perlambatan dapat menyebabkan harga minyak turun, dan harga komoditas secara umum," kata Tracie McMillion, kepala aset alokasi di Wells Fargo Private Bank di Winston-Salem, North Carolina.

Sementara, saham keuangan sebagai kelompok berkinerja terburuk tahun ini, turun lagi 1,8% kemarin. Bahkan sembilan dari 10 sektor Indeks S&P berakhir negatif.

Setelah kemarin Indeks S&P 500 telah naik 1,5%, namun masih turun 6% sepanjang tahun ini. "Memiliki pasar mengambil sedikit keuntungan bukan kejutan bagi kami," kata John Traynor, kepala investasi dari People United Wealth Management di Bridgeport.

Saham Fitbit (FIT.N) anjlok 20,8% menjadi USD13,08 setelah perangkat kebugaran labanya di bawah perkiraan. Saham Western Digital (WDC.O) turun 7,2% menjadi USD42,77 setelah memotong harga akuisisi yang direncanakan dari rival pembuat hard-disk SanDisk Corp (SNDK.O) lebih dari USD3 miliar setelah kehilangan investasi besar dari China Unisplendour Corp Ltd (000938.SZ). Saham SanDisk turun 1,6%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
46 menit yang lalu
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
1 jam yang lalu
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
1 jam yang lalu
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
3 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved