Harga Minyak Kembali Dorong Penguatan Wall Street
Jum'at, 26 Februari 2016 - 08:14 WIB
Harga Minyak Kembali Dorong Penguatan Wall Street
A
A
A
NEW YORK - Indeks Wall Street kembali ditutup naik, masih dikarenakan harga minyak dunia kemarin lebih tinggi dan telah mengurangi kekhawatiran investor bahwa bank bisa terkena default utang dan investor melihat peluang setelah melalui pekan yang volatilitas.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/2/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,29% menjadi 16.697,29, Indeks S&P 500 menguat 1,13% ke level 1.951,7, penutupan tertinggi sejak awal Januari. Sementara, Nasdaq Composite juga naik 0,87% ke level 4.582,21.
Kenaikan tersebut terbantu melonjaknya harga minyak untuk dua hari berturut-turut hingga sebesar 3%, dan menjadi pengaruh besar di pasar tahun ini karena investor melihat permintaan energi melemah sebagai tanda lesunya pertumbuhan global.
Indeks S&P 500 telah pulih 6% dalam sembilan sesi terakhir, namun tetap turun hampir 5% selama 2016 lantaran harga minyak mendekati posisi terendah dalam satu dekade.
Untuk pertama kalinya tahun ini, Indeks S&P 500 melebihi rata-rata dalam 50 hari. Kondisi ini membuat para investor percaya bahwa mulai ada tanda membaiknya sentimen.
"Saya memiliki banyak orang memanggil saya dan mengatakan 'Hei, aku punya USD50.000 dalam bank produktif nol persen. Apakah sudah waktunya untuk meletakkannya untuk bekerja?" Kata Jake Dollarhide, chief executive dari Longbow Asset Management di Tulsa.
Semua sektor Indeks S&P ditutup lebih tinggi, dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 1,38%. Meski sektor keuangan kemarin naik, namun masih terhitung melemah 12% tahun ini.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/2/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,29% menjadi 16.697,29, Indeks S&P 500 menguat 1,13% ke level 1.951,7, penutupan tertinggi sejak awal Januari. Sementara, Nasdaq Composite juga naik 0,87% ke level 4.582,21.
Kenaikan tersebut terbantu melonjaknya harga minyak untuk dua hari berturut-turut hingga sebesar 3%, dan menjadi pengaruh besar di pasar tahun ini karena investor melihat permintaan energi melemah sebagai tanda lesunya pertumbuhan global.
Indeks S&P 500 telah pulih 6% dalam sembilan sesi terakhir, namun tetap turun hampir 5% selama 2016 lantaran harga minyak mendekati posisi terendah dalam satu dekade.
Untuk pertama kalinya tahun ini, Indeks S&P 500 melebihi rata-rata dalam 50 hari. Kondisi ini membuat para investor percaya bahwa mulai ada tanda membaiknya sentimen.
"Saya memiliki banyak orang memanggil saya dan mengatakan 'Hei, aku punya USD50.000 dalam bank produktif nol persen. Apakah sudah waktunya untuk meletakkannya untuk bekerja?" Kata Jake Dollarhide, chief executive dari Longbow Asset Management di Tulsa.
Semua sektor Indeks S&P ditutup lebih tinggi, dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 1,38%. Meski sektor keuangan kemarin naik, namun masih terhitung melemah 12% tahun ini.
(izz)
Lihat Juga :