Pasar Properti Kelas Menengah Makin Menjanjikan

Jum'at, 26 Februari 2016 - 11:23 WIB
Pasar Properti Kelas...
Pasar Properti Kelas Menengah Makin Menjanjikan
A A A
DEPOK - Pemerintah saat ini tengah menggulirkan program satu juta rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun, geliat pasar properti kelas menengah (middle class) yang sedang berkembang saat ini, membuat para pengusaha properti melihat peluang baik.

"Tren kelas menengah di bidang properti saat ini menarik geliatnya. Dulu kan orang di 2013-2014 membeli properti pakai nafsu, sekarang lebih ke end user bukan investor. Jadi, benar-benar konsumen yang sedang butuh, tinggal bagaimana pengusaha berinovasi di tengah perkembangan digital ekonomi saat ini," kata Praktisi Properti Andreas Audyanto, Jumat (26/2/2016).

Menurut pria yang sudah berkecimpung selama 15 tahun di sektor properti ini, program sejuta rumah tentu sangat baik untuk kelas menengah ke bawah. Namun untuk pengusaha properti kelas menengah melihat pasar rumah tipe kelas menengah sebagai peluang.

"Tapi apakah pasar yang dituju developer khusus pada rumah bersubsidi saja. Ada orang yang mampu menyewa rumah, dan ada yang tak mampu menyewa rumah. Ada yang namanya Rusunawa. Dari segi pengusaha itu peluang baik tetapi tak semua tertuju kesitu. Saya fokuskan ke kelas menengah. Mereka lebih teredukasi," kata pengusaha properti ini.

Konsumen kelas menengah di antaranya keluarga muda dengan penghasilan suami dan istri masing-masing Rp10 juta. Sehingga mereka mampu menyicil KPR rata-rata Rp6 juta per bulan.

"Sebab syarat bank itu kan cicilan KPR sepertiga gaji. Kalau rumah subsidi tentu berbeda dengan rumah kelas menengah, jika semua developer bikin rumah bersubsidi lalu untuk kelas menengah tinggal di mana. Tentu ada prestige," ungkapnya.

Menurut Andreas, ada empat faktor penentu bagi masyarakat untuk membeli rumah dan mengambil KPR. Di antaranya kebutuhan, keinginan, prestige, dan kemampuan.

"Karena itu, kami pelaku pengusaha properti kelas menengah lebih melihat peluang ini dengan berinovasi membuat smart home di era digital saat ini. Trennya sedang meningkat. Justru saya lebih meningkatkan lagi dengan smart environment, yaitu rumah nyaman dengan kerapihan lingkungan dan teknologi serta sistem custom layout disesuaikan kebutuhan konsumen," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Geliatkan Industri,...
Geliatkan Industri, 1.000 Properti Akan Diluncurkan Serentak di 23 Kota se-Indonesia
Perkuat Modal Ekspansi...
Perkuat Modal Ekspansi Properti, Graha Agung Kencana Gandeng Salvatore Financial
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved