Bank Permata Incar Pertumbuhan 10%

Rabu, 04 Mei 2016 - 05:23 WIB
Bank Permata Incar Pertumbuhan...
Bank Permata Incar Pertumbuhan 10%
A A A
JAKARTA - Direktur Ritel Banking PT Bank Permata Tbk, Bianto Surodjo mengatakan, pertumbuhan bisnis tahun ini diperkirakan bisa tumbuh sekitar 5%-10% untuk semua jenis lini konsumer ritel. "Segmen ritel akan tumbuh dengan mengandalkan kontribusi dari segmen UKM dan KPR,” kata Bianto di Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Pada segmen konsumer ritel perseroan akan menggenjot bisnis KPR, kredit mobil melalui joint finance, dan kartu kredit. Komposisi di segmen retail banking diperkirakan akan diisi oleh kontribusi segmen UKM sebesar 50%, KPR sebesar 30%, dan sisanya dari kartu kredit dan kredit tanpa agunan.

“Beberapa produk KPR akan kami turunkan suku bunganya dan juga produk lainnya. Ada beberapa yang turun, seperti produk KPR kemudian produk UKM,” papar dia.

Disisi lain, hingga kuartal I tahun 2016, laba operasional sebelum pencadangan perseroan pada kuartal I tahun 2016 mengalami pertumbuhan 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).

Pertumbuhan tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan dengan terus mempertahankan kontrol yang kuat pada biaya.

Direktur Utama Bank Permata, Roy Arfandy mengatakan, perseroan juga mencatatkan kerugian pada kuartal pertama mengingat Bank mengalokasikan beban pencadangan (provision expense) dalam jumlah yang signifikan. “Beban pencadangan yang lebih tinggi ini merupakan langkah terencana yang diambil untuk meningkatkan kualitas aset bank,” ujar Roy.

Dia menuturkan, perseroan juga kini sedang dalam proses menyelesaikan rights issue senilai Rp 5,5 triliun pada paruh pertama 2016. Adapun, total pendapatan operasional tumbuh 4% yoy menjadi Rp 2,17 triliun, didorong oleh peningkatan marjin bunga bersih, pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income) yang kuat, serta tingginya kenaikan pendapatan syariah sebesar 13%.

Menurut dia, pencapaian-pencapaian tersebut, bersama dengan rights issue senilai Rp5,5 triliun yang rencananya akan dilakukan di bulan Juni, akan memperkuat landasan pertumbuhan bank.

"Pendapatan bunga bersih tumbuh menjadi Rp 1,54 triliun dari Rp 1,50 triliun pada tahun sebelumnya, berkat penurunan biaya pendanaan yang didukung oleh peningkatan porsi giro dan tabungan (CASA), kendati mencatat penurunan kredit sebesar 6%," jelas dia.

Adapun pendapatan berbasis biaya mengalami pertumbuhan menjadi Rp 624 miliar dari Rp594 miliar di tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kinerja kegiatan treasury serta layanan investasi yang baik.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KB Bank Akuisisi Kredit...
KB Bank Akuisisi Kredit Pensiunan Bank Capital Rp1 Triliun
Genjot Transaksi Kartu...
Genjot Transaksi Kartu Debit, Bank BTN Gandeng Mitra10
Laba Permatabank Tumbuh...
Laba Permatabank Tumbuh 24,2% di Smester I 2020
Bank Permata Naik Jadi...
Bank Permata Naik Jadi BUKU 4 Akhir Tahun 2020
Permata Learning Week...
Permata Learning Week Gelar 16 Sesi Secara Hybrid dari Permata Bank Bintaro
Bangkok Bank Akuisisi...
Bangkok Bank Akuisisi Bank Permata Rp33,66 Triliun
Berita Terkini
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
6 menit yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
17 menit yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
33 menit yang lalu
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
1 jam yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
1 jam yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved