Hunian Kelas Menengah di Yogyakarta Bergeser ke Pinggiran

Minggu, 29 Mei 2016 - 18:57 WIB
Hunian Kelas Menengah...
Hunian Kelas Menengah di Yogyakarta Bergeser ke Pinggiran
A A A
YOGYAKARTA - Hunian menengah nampaknya masih banyak dilirik pengembang di Yogyakarta, namun trennya mulai bergeser ke daerah pinggiran lantaran harga tanahnya masih terjangkau dibanding di perkotaan. Harga tanah masih menjadi faktor utama penentu harga properti.

Owner CV Baypro Bayu Aji Santosa mengakui hal tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pembangunan hunian menengah dengan harga di bawah Rp500 juta dan di atas harga rumah murah. Untuk menggapai harga di bawah Rp500 juta tersebut, pihaknya memilih lokasi pembangunannya di daerah pinggiran.

Saat ini dia tengah membidik lokasi di seputaran Candi Prambanan yaitu di Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman DIY dan juga Kalasan yang masuk Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng). "Di sana harganya masih terjangkau," tuturnya, Minggu (29/5/2016).

Menurutnya, harga tanah di pinggiran seperti Kalasan hanya sepertiga dari harga tanah di kawasan perkotaan, meski di Kabupaten Sleman. Sehingga, dengan memilih lokasi di daerah pinggiran, maka harga rumah yang dia jual bisa ditekan seminim mungkin.

Harga tanah memang menjadi faktor utama penentu harga rumah ketimbang kenaikan harga bahan bangunan baik pasir ataupun semen dan bahan lain. Di kawasan Kalasan Kabupaten Sleman, harga tanah hanya berkisar Rp1 juta per meter per segi. Sementara di kawasan Kalasan yang masuk ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, harganya lebih murah sekitar Rp700 hingga Rp800 ribu per m2.

Sementara di perkotaan, harga tanah sudah dianggap tidak realistis lagi karena mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta per m2. Jika pihaknya memaksa memilih lokasi di perkotaan, maka harga yang dia tawarkan bisa mencapai tiga kali lipat dari harga saat ini.

Bidikan kelas menengah di bawah Rp500 juta tidak akan mampu tercapai jika memilih lokasi perkotaan. "Meski pinggiran, tetapi yang minat juga banyak. Jangan salah," terangnya.

Saat ini, dia memiliki beberapa lokasi pembangunan perumahan tipe Rp500 juta ke bawah. Lokasi tersebut di antaranya di Ledoksari, jalan Wonosari dan juga di Kalasan, baik yang masuk ke Kabupaten Sleman maupun Klaten.

Sejak menangani bisnis properti menengah di pinggiran, 50 unit lebih sudah berhasil dia jual hanya dalam waktu singkat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta Arief Budi Santosa mengungkapkan, pasar properti di Yogyakarta terus berkembang. Bahkan pertumbuhan bisnis properti di Yogyakarta lebih tinggi daripada rata-rata nasional.

Pada awal 2016 pertumbuhan bisnis properti di Yogyakarta mencapai 12% atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang hanya 10%. "Permasalahan utama yang menghambat bisnis ini adalah karena harga tanah," paparnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
9 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
10 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
12 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
13 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
13 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved