LPS: Kinerja Perbankan RI Masih Sehat

Jum'at, 10 Juni 2016 - 20:36 WIB
LPS: Kinerja Perbankan...
LPS: Kinerja Perbankan RI Masih Sehat
A A A
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menerangkan secara umum kinerja perbankan Indonesia masih relatif sehat apabila dibandingkan dengan negara lain. Hal ini tidak terlepas dari kejadian pada 1998, dimana krisis perbankan telah menghasilkan restrukturisasi perbankan yang sangat masif.

Dengan adanya Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), semua aset buruk perbankan saat itu diambil alih, dikeluarkan dari perbankan, lalu perbankannya di rekapitalisasi. "Dengan demikian, dampak positifnya masih terasa sampai sekarang," kata Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan di Jakarta, Jumat (10/6/2016).

(Baca Juga: LPS: Ada 179 Juta Rekening di RI Total Rp4.550 Triliun)

Dia menambahkan jika dilihat dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) saat ini berada dikisaran 21%-22%. Sementara rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) ada kecenderungan meningkat, namun masih dalam kisaran yang dapat dikelola dengan baik.

"Gross NPL saat ini dikisaran 2,8-2,9%. Kalau kita bandingkan sewaktu prestasi ekonomi dunia tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Indonesia waktu itu turun 4,5%, sedangkan CAR perbankan Indonesia masih di kisaran 17%, NPL 3,5%. Jadi secara agregat perbankan indonesia masih relatif sehat jika dibandingkan negara lain," ujarnya.

Senada, Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti menambahkan, di tengah sedikit turbulensi perekonomian selama setahun terakhir, kinerja perbankan di Indonesia secara umum meski melambat tetap menunjukkan pertumbuhan positif dengan stabilitas yang juga terus membaik.

Menurutnya hal tersebut tercermin dari rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) yang masih jauh di bawah 100% yakni 90 sampai 91%. Dia menilai, meskipun return on asset (RoA) perbankan Indonesia masih cukup tinggi namun secara keseluruhan kinerja perbankan masih cukup stabil.

"Masih ada bank yang membukukan profit, walaupun ada beberapa bank juga suffering. Tapi overall masih stabil," ungkap dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ruang Penurunan Suku...
Ruang Penurunan Suku Bunga Simpanan Perbankan Masih Terbuka
LPS Longgarkan Denda...
LPS Longgarkan Denda Pembayaran Premi Penjaminan Perbankan
LPS: Masyarakat Masih...
LPS: Masyarakat Masih Nyaman Taruh Duit di Perbankan
Ekonom Sebut Urusan...
Ekonom Sebut Urusan Likuiditas Bank Bukan Tugas LPS
Suntik Dana LPS Selamatkan...
Suntik Dana LPS Selamatkan Bank Gagal, Ini Syaratnya
Pak Purbaya Tidak Perlu...
Pak Purbaya Tidak Perlu Diragukan Lagi, Tapi Ketua LPS Punya Banyak PR
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
25 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved