Pemerintah Akan Evaluasi Bagi Hasil Migas

Jum'at, 15 Juli 2016 - 19:28 WIB
Pemerintah Akan Evaluasi...
Pemerintah Akan Evaluasi Bagi Hasil Migas
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan mengevaluasi bagi hasil minyak dan gas bumi guna mendorong pengembangan industri hulu migas di Natuna, Kepulauan Riau. Rencana itu seiring mandeknya sejumlah konsesi izin pertambangan di Natuna.

“Saat ini sedang di cari berbagai skenario percepatan pengembangan di Natuna termasuk mengurangi bagi hasil migas pemerintah. Kita menyadari situasi migas saat ini tidak terlalu menggembirakan. Tapi akan kita lakukan pendalaman bagaimana mempercepat pengembangan di Natuna,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Menurutnya permasalahan konsesi izin pertambangan tidak hanya di Natuna saja akan tetapi permasalahan juga dialami semua kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) di sektor hulu migas, akibat merosotnya harga minyak dunia dalam dua tahun terakhir. Untuk menggairahkan industri hulu migas secara keseluruhan sangat diperlukan, termasuk mendorong pengembangan industri hulu migas di Natuna.

“Aturan sedang didalami dan ditata untuk menggairahkan sektor hulu migas. Kaitannya tidak hanya berlaku khusus di Natuna atau proyek-proyek tertentu akan tetapi bagi keseluruhan industri di hulu yang memang lagi tertekan,” tandasnya.

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, sebelumnya dalam rapat koordinasi tindak lanjut optimalisasi pengembangan potensi ekonomi Kepulauan Natuna, di Jakarta Rabu (13/7) mengatakan, bahwa pemerintah akan mengevaluasi mandeknya 15 izin konsesi pertambangan di Natuna. Evaluasi merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan potensi migas di Natuna guna menegaskan kedaulatan Indonesia.

Hal itu merupakan satu dari empat langkah pemerintah memperkuat integritas dan kedaulatan Indonesia di kawasan Natuna. Selain industri migas, pemerintah juga mendorong pengembangan industri perikanan, pariwisata, serta sistem pertahanan nasional di kawasan itu.

Disamping itu pihaknya juga akan mendorong investor baik dalam negeri maupun luar negeri berinvestasi di Natuna guna mewujudkan industri pendukungnya.

“Kami akan mengevaluasi yang betul-betul mandek hanya punya konsesi tapi tidak puna modal dan teknologi. Kami akan cabut izinnya kemudian buka tender kepada pemain-pemain usaha baru supaya industri migas di Natuna hidup,” tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Sebut Kementerian Luhut...
Sebut Kementerian Luhut Layak Dibubarkan, Ekonom Indef Dinilai Cuma Genit
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved