KPPU Luncurkan Indeks Persaingan Usaha Indonesia

Selasa, 09 Agustus 2016 - 21:18 WIB
KPPU Luncurkan Indeks...
KPPU Luncurkan Indeks Persaingan Usaha Indonesia
A A A
JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meluncurkan indeks persaingan usaha untuk Indonesia. Berdasarkan pemetaan KPPU, indeks persaingan usaha di Indonesia masih di bawah level 0,5.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, indeks persaingan usaha ini menggunakan skala 0-1. "Kita masih di bawah 0,5 yang artinya masih relatif rendah. Masih kalah dengan banyak negara tetangga yang sudah berada di level 0,6," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Syarkawi menjelaskan, semakin tinggi indeks maka menunjukkan semakin baiknya iklim persaingan usaha di suatu negara. Ada tiga sektor yang disurvei KPPU dalam indeks ini yakni sektor manufaktur, perbankan, dan regulasi.

Di sektor manufaktur, kata dia, iklim persaingan masih kurang sehat karena pemainnya itu-itu saja. Selain itu, model bisnis manufaktur di Indonesia rata-rata menerapkan model terintegrasi dari hulu ke hilir. Dengan model terintegarasi itu, maka ada semacam dominasi pasar oleh para pemain besar.

Dia juga menjelaskan, kondisi ini berbeda dengan yang ada di luar negeri seperti Jepang. Di Jepang, para perusahaan manufaktur menjalin kemitraan dengan para produsen kecil untuk mensuplai komponen-komponen mesin. "Model integrasi bisnis dari hulu ke hilir ini tidak bagus," ujarnya.

Syarkawi menambahkan, persaingan di sektor perbankan juga tidak jauh berbeda. Contohnya, saat ini ada beberapa bank yang menguasai 30%-40% aset perbankan secara nasional.

Sementara dari sisi regulasi, KPPU menyebut masih banyak regulasi yang menghambat adanya persaingan. Salah satu contohnya terjadi pada proses lelang proyek di pemerintah daerah seperti proyek perbaikan jalan.

Menurutnya, tidak sedikit pemerintah daerah yang mewajibkan kontraktor untuk memiliki asphalt mixing plant atau alat pencampur aspal jika mau mengikuti tender. Masalahnya, alat tersebut biasanya hanya dimiliki kontraktor besar. "Sehingga, yang dapat proyek ya kelompok yang itu-itu saja," pungkas Syarkawi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPPU Sebut Persaingan...
KPPU Sebut Persaingan Usaha di Sulsel Barkategori Tinggi
Wasit Persaingan Usaha...
Wasit Persaingan Usaha Rilis Kurikulum Kepatuhan
KPPU Bakal Panggil 10...
KPPU Bakal Panggil 10 Perusahaan Minyak Goreng, Ini Nama-namanya!
Tahun Ini Indeks Persaingan...
Tahun Ini Indeks Persaingan Usaha di Indonesia Naik
Kemitraan Usaha Besar...
Kemitraan Usaha Besar dan UMKM Minimalisir Persaingan Usaha Tidak Sehat
Tutup Celah Pelanggaran...
Tutup Celah Pelanggaran Persaingan Usaha, Pupuk Kaltim Ajak Karyawan Ikut Pelatihan dan Sosialisasi KPPU
Berita Terkini
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
16 menit yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
30 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
1 jam yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
1 jam yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
1 jam yang lalu
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
2 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved