Pemerintah Susun Roadmap Tenaga Batu Bara Emisi Rendah

Rabu, 07 September 2016 - 02:12 WIB
Pemerintah Susun Roadmap...
Pemerintah Susun Roadmap Tenaga Batu Bara Emisi Rendah
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Asosiasi Batu Bara Dunia (World Coal Association/WCA) menyusun sebuah roadmap pemanfaatan batu bara yang juga memperhatikan aspek lingkungan. Roadmap ini disusun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian ESDM, perwakilan WCA dan sejumlah pakar internasional di Jakarta.

"Indonesia merupakan produsen batu bara keempat di dunia. Dengan roadmap ini, Indonesia dapat mengaplikasikan teknoIogi batu bara berefisiensi tinggi rendah emisi (High Efficiency Low Emissions, HELE)," ujar Chief Executive WCA Benjamin Sporton dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Teknologi tersebut memungkinkan Indonesia untuk terus menggunakan sumber daya batu baranya yang berIimpah dalam memenuhi permintaan energi yang terus meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sembari tetap memenuhi target pengurangan emisinya dalam Perjanjian Paris.

Perjanjian Paris merupakan kesepakatan yang dirumuskan di dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) untuk mengatur seputar mitigasi, adaptasi serta pembiayaan emisi gas rumah kaca mulai tahun 2020.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Indonesia memiliki komitmen tanpa syarat melalui Intended Nationally Determined Contributions (INDCs) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030. Target ini diperluas menjadi 41% dengan dukungan internasional.

Di sisi lain, dengan ketiadaan akses Iistrik yang masih dirasakan 39 juta orang di Indonesia dan konsumsi Iistrik per kapita yang baru sekitar seperempat dari China, Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pembangkit Iistrik tenaga batu bara hingga 160% dari tahun 2013-2022 seiring berkembangnya ekonomi.

Sejalan dengan itu, Indonesia dan sejumlah negara Iain telah mengidentifikasi peran teknologi HELE sebagai bagian dari INDC mereka. Diakui Badan Energi Internasional (International Energy Agency) sebagai salah satu sarana kunci mitigasi iklim, teknologi batu bara HELE penting untuk mengurangi CO2 dan emisi lainnya yang dihasilkan oleh pembangkit listrik bertenaga batu bara.

"Teknologi batu bara HELE dapat mengurangi emisi CO2 sebanyak 35% dibandingkan dengan teknologi sebelumnya yang kurang efisien. Ini berarti negara dapat merasakan keuntungan dari listrik bertenaga batu bara yang terjangkau, dapat diandalkan dan mudah diakses untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mereka sembari mengurangi emisi secara signifikan sesuai dengan komitmen iklim mereka," kata Sporton.

Indonesia, kata dia, membutuhkan kerangka aplikasi teknologi batu bara beremisi rendah untuk memastikan adanya integrasi antara kebijakan iklim, energi dan ekonomi. Itulah sebabnya pada tahun 2014, WCA mendirikan Platform to Accelerate Coal Efficiency (PACE) untuk mendukung negara-negara yang memilih menggunakan batu bara agar dapat menerapkan teknologi batu bara yang paling efisien.

Dalam lokakarya hari ini yang juga menjadi bagian dari inisiatif tersebut, sejumlah ahli internasional termasuk perwakilan sektor swasta dan publik dari Indonesia, merumuskan strategi bagi Indonesia untuk mempercepat adopsi teknologi HELE dalam memenuhi target pertumbuhan ekonomi dan mitigasi iklim.
(ven)
Berita Terkait
Kebutuhan Batu Bara...
Kebutuhan Batu Bara Indonesia untuk PLTU Tahun 2022
Kementerian ESDM Pastikan...
Kementerian ESDM Pastikan Krisis Batu Bara Sudah Berlalu
Lampaui Target, Realisasi...
Lampaui Target, Realisasi Produksi Batu Bara Capai 775 Juta Ton di 2023
Gasifikasi Jadi Tumpuan...
Gasifikasi Jadi Tumpuan Bisnis Baru Perusahaan Batu Bara
Kebutuhan Batu Bara...
Kebutuhan Batu Bara Tahun Depan Diproyeksikan Capai 172 Juta
Harga Batu Bara DMO...
Harga Batu Bara DMO Lebih Murah, Kementerian ESDM: Ini Haknya Rakyat
Berita Terkini
Mengakali Tarif Impor...
Mengakali Tarif Impor Terbaru Trump, Industri Tekstil Sebut Bisa dengan Kapas
2 jam yang lalu
AS Pasar Utama Ekspor...
AS Pasar Utama Ekspor Mebel Indonesia, Tarif Terbaru Trump Bisa Berdampak Buruk
3 jam yang lalu
Awasi Efek Lanjutan...
Awasi Efek Lanjutan Tarif AS, Baja Impor Bisa Membanjiri Pasar RI
4 jam yang lalu
Pemimpin ASEAN Bersatu...
Pemimpin ASEAN Bersatu Respons Tarif Impor Terbaru AS
4 jam yang lalu
Respons Tarif Trump...
Respons Tarif Trump Terbaru, Industri Galangan Kapal Butuh Kebijakan Impor Friendly
5 jam yang lalu
Pembayaran Retribusi...
Pembayaran Retribusi Jakarta Kini Bisa Lewat Aplikasi, QRIS dan Gerai Ritel
6 jam yang lalu
Infografis
7 Sayuran Nyaris Rendah...
7 Sayuran Nyaris Rendah Kalori, Pilihan Tepat untuk Diet Sehat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved