Luhut Takut Kelanjutan Reklamasi Pulau G Dipolitisasi

Senin, 19 September 2016 - 20:05 WIB
Luhut Takut Kelanjutan...
Luhut Takut Kelanjutan Reklamasi Pulau G Dipolitisasi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta, keputusannya untuk kembali memperpanjang proyek reklamasi Pulau G Pantai Utara Teluk Jakarta untuk tidak dipolitisasi. Hal ini menanggapi adanya penolakan dari sejumlah pihak terkait keputusannya untuk memperpanjang proyek reklamasi di lepas pantai Jakarta tersebut.

(Baca Juga: Menteri Siti Belum Beri Lampu Hijau Kelanjutan Reklamasi Pulau G)

Dia menegaskan, keputusannya untuk memperpanjang reklamasi Pulau G telah diperhitungkan dengan matang. Mantan Menko bidang Politik Hukum dan Keamanan ini pun telah melihat seluruh parameter terkait proyek tersebut.

"Saya enggak mau komentar dulu deh, nanti dipolitisasi. Tolonglah jangan gitu. Saya tuh lihat semua parameternya aturan aja. Enggak mungkin saya terjang," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/9/2016).

(Baca Juga: Pertimbangan Luhut Lanjutkan Proyek Reklamasi Pulau G)

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menegaskan, dirinya tidak memiliki niat untuk membela pihak manapun. Setiap keputusan yang diambilnya ditujukan untuk kepentingan negara.

"Saya bela negara aja. Ndak akan saya tutup tutupi. Untuk apa saya tutup? Enggak ada saham. Enggak ada family. Ngapain saya bela-belain," tandasnya.

Kantor Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang terletak di Gedung Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) hari ini terlihat lebih ramai dari biasanya. Puluhan pendemo terlihat melakukan unjuk rasa untuk menolak kegiatan reklamasi di Pulau G, lepas pantai Teluk Jakarta.

Para pendemo tersebut berasal dari 24 kampus di Jakarta, seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia, Politekik Negeri Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Yarsi, dan STIANI. Selain itu, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Walhi dan beberapa nelayan dari Teluk Jakarta juga turut dalam aksi tersebut.

Salah seorang pendemo yang melakukan orasi meminta mantan Menko bidang Politik Hukum dan Keamanan itu untuk mengurungkan keputusan melanjutkan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Pasalnya, kegiatan tersebut dinilai sangat merusak lingkungan hidup di sekitar lokasi.

"Disana masih banyak ikan, Jakarta tidak ada ikan itu bohong. Itu hanya akal-akalan saja. Reklamasi itu artinya pembunuhan massal bagi nelayan. Tolong dihentikan," katanya di Gedung BPPT, Jakarta.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Pesan Luhut, Seluruh...
Pesan Luhut, Seluruh Elemen Bangsa Harus Mencari Solusi Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
1 jam yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
11 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
11 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
11 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
12 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
13 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved