Pemerintah Ingin Ubah Kawasan Tak Produktif jadi Kawasan Industri

Sabtu, 08 Oktober 2016 - 00:19 WIB
Pemerintah Ingin Ubah...
Pemerintah Ingin Ubah Kawasan Tak Produktif jadi Kawasan Industri
A A A
SEMARANG - Beberapa kawasan yang kurang produktif yang ada di Provinsi Jawa Tengah, sejatinya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan industri. Hal ini demi memenuhi kebutuhan para pelaku industri yang masuk ke Jawa Tengah.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan pada tahun 2016, investasi yang masuk ke Jawa Tengah sangat baik dan menunjukan peningkatan dibandingkan tahun lalu. Pihaknya bahkan yakin target investasi yang masuk ke Jateng sebesar Rp27 triliun bisa tercapai pada tahun ini, bahkan melampaui.

Dia mengatakan, investasi yang masuk tidak hanya di daerah yang sudah memiliki kawasan industri, seperti Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal dan Demak, juga mulai merambah ke daerah-daerah pinggiran, seperti Brebes, Pemalang hingga Purwodadi.

“Oleh karena itu kami mendorong, daerah-daerah yang masih memiliki kawasan yang tidak produktif untuk bisa dimanfaatkan menjadi kawasan industri. Daerahnya berbukit pun tidak masalah karena kalangan industri memiliki kemampuan untuk itu,” katanya, Jumat (7/10/2016).

Menurutnya dengan dibangun di wilayah yang tidak produktif tidak akan menggangu kawasan sawah lestari, yang bisa menggangu pertanian di Jawa Tengah. “Di Jawa Tengah banyak yang tidak produktif. Saat ini beberapa daerah sudah mulai melakukan kajian ulang terhadap tata ruang,” katanya.

Sambung dia, saat ini di Jawa Tengah sudah memiliki tujuh kawasan Industri. Dan akan bertambah mengingat terdapat tahapan izin prinsip di delapan kawasan serta tahap studi di empat wilayah, diantaranya Pemalang, Semarang, Boyolali dan Brebes. ”Inilah yang saat ini kami dorong,” ujarnya.

Menurut Sujarwanto, adanya pembangunan tol di Jawa Tengah, seperti Ungaran Solo, Tol Brebes, kemudian akan disusul Tol Batang-Semarang, menjadi salah satu daya tarik bagi para pelaku Industri. Industri-industri padat karya pun mulai masuk ke Jawa Tengah.

“Tol yang menghubungkan antara Jakarta dengan Brebes ternyata direspons sangat baik oleh investor. Kebanyakan industri yang masuk ke Jawa Tengah masih bersifat padat karya," katanya.

Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi mengaku tingginya minat investasi di Jateng adalah dampak dari perpindahan industri dari kawasan Jabodetabek yang saat ini sudah over. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah bisa terus mendorong peningkatan industri di Jateng untuk mensejahterakan rakyat.

“Yang masih menjadi salah satu kendala adalah infrastruktur, baik itu jalan maupun infrastruktur lainnya,” katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
13 menit yang lalu
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
27 menit yang lalu
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
38 menit yang lalu
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
53 menit yang lalu
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
2 jam yang lalu
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Pindahkan Pesawat...
Rusia Pindahkan Pesawat Militer, Tak Mau Jadi Target ATACMS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved