Pemerintah Didorong Tingkatkan Eksplorasi Migas

Selasa, 18 Oktober 2016 - 22:10 WIB
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Tingkatkan Eksplorasi Migas
A A A
JAKARTA - Pemerintah didorong meningkatkan investasi pada sektor hulu minyak dan gas bumi (Migas). Lesunya investasi hulu migas membuat kegiatan survey seismic untuk eksplorasi tidak menunjukan hasil yang signifikan.

“Kita meminta pemerintah ataupun SKK Migas segera memberikan kemudahan-kemudahan supaya investasi migas dapat meningkat. Jika investasi meningkat maka eksplorasi yang di dahului survey seismic maupun non seismic dapat berjalan dengan baik,” ujar Anggota DPR dari Fraksi Golkar Satya W Yudha, di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

(Baca Juga: Target Lifting Minyak 2017 Turun, Luhut Kerahkan TNI AL)

Menurut dia rendahnya kegiatan survey seismic maupun non seismic tidak terlepas dari terpuruknya harga minyak dunia. Tercatat sampai paruh pertama tahun ini kegiataan survey seismic baru dua kegiatan.

Padahal di dalam rencana kerja dan anggaran Kontraktor Kontrak Kerjasama (work plan and budget/WPnB) di targetkan mencapai 33 kegiatan. Sedangkan untuk survey non seismic dari rencana 13 kegiatan hanya terlaksana 4 kegiatan. “Hal itu menunjukkan masih rendahnya cadangan terbukti migas (proven reserve) di tanah air. Sehingga perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Senada, Anggota DPR Komisi VII dari Fraksi Nasdem Kurtubi juga meminta pemerintah meningkatkan investasi migas di tengah terpuruknya harga minyak dunia. Jika tidak menurutnya maka jumlah kegiatan survey seismic maupun non seismic tidak akan meningkat sehingga akan berpengaruh terhadap kegiatan eksplorasi migas.

“Kalau kegiatan surveynya anjlok tidak ada penemuan cadangan terbukti artinya realisasi pengeboran eskplorasi juga anjlok semua. Sehingga nyaris tidak ada penemuan cadangan baru yang signifikan,” katanya.

Sebab itu, pihaknya meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap rendahnya kegiatan survey seismic maupun non seismic supaya menggunakan kontraktor dan jasa survey lokal bukan asing sehingga lebih efisien. Kewajiban pemilihan konten lokal dalam proyek-proyek migas ini akan diatur dalam revisi Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Survey itu gampang, tidak ada teknologi canggih yang tidak bisa kita kuasai. Survey seismic baik onshore, laut dalam kita dorong menggunakan lokal,” tandasnya.

Sementara Vice President Eksploration Saka Energi Rovicky Dwi Putrohari beranggapan rendahnya kegiatan eksplorasi karena masalah klasik yakni rendahnya harga minyak dunia tapi tidak diikuti dengan turunnya biaya operasional. Jika dilihat dua tahun lalu harga minyak sudah turun sekitar 50% sedangkan biaya untuk kegiatan oil services masih sekitar USD50-60 per barel akibatnya kontraktor migas tidak mampu menurunkan biaya setara dengan turunnya harga minyak dunia.

“Tentunya isu ini akan menjadi menjadi sensitif ketika cost recovery menjadi relatif meningkat. Karena peralatan yang sudah terlanjur didatangkan akan membuat biaya lebih tinggi,” tutup Rovicky.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bidik Produksi 1 Juta...
Bidik Produksi 1 Juta Barel Minyak, Eksplorasi Harus Digiatkan
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Pengembangan Lapangan Migas Harus Dipercepat
Berburu Cadangan Migas...
Berburu Cadangan Migas Besar di Indonesia Timur
Mendorong Investasi...
Mendorong Investasi Migas, Skema Cost Recovery Dianggap Cocok
SKK Migas Ungkap Penyebab...
SKK Migas Ungkap Penyebab Produksi dan Lifting Migas Belum Capai Target
Wow! Pertamina Temukan...
Wow! Pertamina Temukan Harta Karun Migas Baru di Sumatera hingga Papua Hingga
Berita Terkini
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
34 menit yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
58 menit yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
1 jam yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
2 jam yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved