LPS Ungkap Ada 14 BPR yang Dilikuidasi

Selasa, 15 November 2016 - 22:28 WIB
LPS Ungkap Ada 14 BPR...
LPS Ungkap Ada 14 BPR yang Dilikuidasi
A A A
YOGYAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan, masih ada 14 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia yang sedang dalam penyelesaian likuidasi dari LPS. Sebanyak 14 BPR tersebut dilikuidasi LPS lantaran terjadi permasalahan dalam menjalankan bisnis mereka.

LPS melikuidasi 14 BPR tersebut setelah mendapatkan limpahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK. Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan, hingga Oktober 2016, pihaknya telah melikuidasi setidaknya 75 bank, masing-masing 74 BPR dan satu bank umum.

LPS harus mengeluarkan Rp1,310 triliun untuk mengganti uang nasabah yang disimpan di 75 bank yang telah dilikuidasi tersebut. Beberapa permasalahan diduga menjadi penyebab 75 bank tersebut kolaps.

"Tugas kami memang menjamin simpanan. Sehingga uang yang disimpan di bank yang dilikuidasi kami ganti," terangnya saat workshop LPS bekerja sama dengan World Bank di Hotel Hyatt Yogyakarta, Selasa
(15/11/2016).

LPS mencatat setidaknya ada 78% uang nasabah yang disimpan dalam rekening 75 bank tersebut layak untuk dibayar dan sisanya 22% tidak layak untuk diganti. Simpanan-simpanan tersebut dianggap layak diganti jika memenuhi ketentuan yang diberlakukan LPS, di antaranya simpanan dalam bunga wajar, simpanan tercatat serta dana tersebut tidak terlibat dalam salah satu faktor penyebab ambruknya bank yang dilikuidasi.

Sampai saat ini, belum semua uang pengganti simpanan nasabah bank yang dilikuidasi diambil pemiliknya. Berdasarkan data yang dimiliki LPS, sekitar Rp310 miliar uang nasabah bank yang dilikuidasi belum diambil, dan Rp809 miliar sudah diambil pemiliknya.

Sementara, uang yang belum diambil tersebut masih dalam proses penyelesaian, dan dari 75 bank yang dilikuidasi belum semuanya diselesaikan LPS.

Masih ada sekitar 14 BPR yang menunggu proses penyelesaian likuidasi yang dilakukan LPS. Tidak menutup kemungkinan nanti akan ada bank-bank lain yang dilikuidasi LPS, namun semuanya tergantung dari OJK selaku pembina perbankan.

Menurutnya, BPR selama ini mendominasi bank yang dilikuidasi LPS sebagian besar karena fraud. Fraud tersebut biasanya terjadi karena adanya penyelewengan yang dilakukan pemilik BPR ataupun pihak manajemen.

Ketiadaan dewan pengawas BPR memang memungkinkan jalannya BPR tidak terkontrol sehingga berpotensi melakukan penyelewengan. Meski sudah menggelontorkan dana sekitar Rp1,310 triliun untuk mengganti uang nasabah dari bank yang dilikuidasi, tetapi Fauzi menandaskan tidak mengganggu eksistensi LPS.

Hal tersebut dikarenakan sampai saat ini aset yang dimiliki LPS telah mencapai Rp72 triliun. Jumlah Rp72 triliun tersebut mereka dapat dari pemerintah Rp4 miliar dan sisanya penghimpunan premi dari perbankan. "Per tahun preminya bisa mencapai Rp8 triliun," ungkapnya.

Corporate Secretary LPS, Samsu Adi Nugroho menambahkan, LPS memang memiliki tugas utama untuk menjamin simpanan nasabah di perbankan. Untuk meningkatkan kemampuan mereka, LPS menggandeng FDIC (LPS Amerika Serikat) melalui fasilitasi Bank Dunia.

Selama beberapa hari ini, LPS melakukan workshop bersama dengan FDIC dan dihadiri Bank Indonesia, World Bank, Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengawas Keuangan & Pembangunan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sepanjang 2006-2020,...
Sepanjang 2006-2020, Sebanyak 103 BPR Terlikuidasi
Ini Biang Kerok Penyebab...
Ini Biang Kerok Penyebab Bisnis BPR Alami Kebangkrutan
LPS Tak Sekadar Menjamin,...
LPS Tak Sekadar Menjamin, Tapi Juga Memberi Ketenangan
LPS: Pembayaran Klaim...
LPS: Pembayaran Klaim Nasabah BPR Lugano Lancar Jaya
Lembaga Penjamin Simpanan...
Lembaga Penjamin Simpanan Bubarkan 8 BPR/BPRS di 2021
23 Bank Bangkrut, LPS...
23 Bank Bangkrut, LPS Tangani 26 BPR Bermasalah Setahun Terakhir
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved