Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi AS Sangat Cepat

Rabu, 23 November 2016 - 13:16 WIB
Sri Mulyani Sebut Pemulihan...
Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi AS Sangat Cepat
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai, pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) sangat cepat pasca krisis global 2008. Perekonomian Negeri Paman Sam terus melesat hingga saat ini, meski ada sedikit pelemahan.

"AS selama dua tahun terakhir sebagai negara kena krisis pada 2008-2009 recover sangat cepat. Mereka tumbuh cepat setelah krisis, hari ini pertumbuhan ekonomi dia hanya 1,5%, melemah," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Menurutnya, krisis global 2008 telah selesai tapi dampaknya masih terasa hingga sekarang. Perdagangan internasional bergerak tidak biasa, pertumbuhannya tidak lagi lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia.

"Sejak krisis finansial pada 2008, setelah hampir 10 tahun, perdagangan internasional lebih lemah dari pertumbuhan ekonomi dunia. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi dunia didorong oleh perdagangan dunia," kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini.

Dampak tersebut, lanjut Menkeu, melibatkan banyak negara di berbagai belahan dunia seperti Afrika. Sebelum krisis 2008, perekonomian mereka masih terus tumbuh.

"Semua terjadi di semua negara termasuk Afrika yang biasanya di dekade sebelum 2008 terus tumbuh. Sekarang melemah setelah 2008. Negara penghasil komoditas seperti Rusia, Afrika Selatan, Brazil mengalami pertumbuhan negatif tahun lalu tapi kuartal III ini mulai recover," tuturnya.

Sri Mulyani menyebutkan, angka pertumbuhan perdagangan internasional melemah menjadi hanya 1,5%. Dibanding pertumbuhan ekonomi dunia yang mencapai 3%, situasi ini membuat banyak negara kesulitan mengandalkan pasar ekspor.

"Perdagangan internasional melemah jadi 1,5%, pertumbuhan ekonomi dunia 3%. Banyak negara andalkan pasar ekspor sangat kesulitan dan yang tidak punya pasar ekspor akan down karena harga komoditas ikut lemah," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kian Nyata, Hantu Resesi...
Kian Nyata, Hantu Resesi di Amerika Ancam Ekonomi Dunia
Dunia Habiskan Ratusan...
Dunia Habiskan Ratusan Kuadriliun Rupiah Lawan Dampak Covid-19
Ekonomi Global Diramal...
Ekonomi Global Diramal Stagnan, Sri Mulyani Cs Waswas
Menkeu Revisi Proyeksi...
Menkeu Revisi Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020 Tumbuh Negatif 2,2-1,7 Persen
Sertijab Menteri Ekonomi,...
Sertijab Menteri Ekonomi, Purbaya Resmi Gantikan Sri Mulyani
Sri Mulyani Sebut Ekonomi...
Sri Mulyani Sebut Ekonomi Mulai Berangsur Pulih
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved