BKF Bakal Review Struktur PPh demi Tambah Dana Infrastruktur

Sabtu, 26 November 2016 - 16:52 WIB
BKF Bakal Review Struktur...
BKF Bakal Review Struktur PPh demi Tambah Dana Infrastruktur
A A A
BOGOR - Pemerintah berencana terus melakukan reformasi pajak, terutama terhadap struktur tarif pajak penghasilan (PPh) wajib pajak orang pribadi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suahasil Nazara mengatakan PPh memang harus direview, lantaran pemerintah tidak mungkin lagi memangkas subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk memperkuat dana pembangunan infrastruktur.

"Pada 2014, Indonesia mengeluarkan subsidi energi Rp350 triliun. Kemudian 2015, dikurangi subsidinya dan dipindah ke pembangunan infrastruktur. Nah, untuk subsidi energi tahun depan sebesar Rp77 triliun. Rp380 triliun untuk infrastruktur. Tahun depannya lagi, mesti naik lagi anggarannya buat pembangunan. Kalau naik, kita dapat uangnya dari mana?‎ Karena kita tidak bisa lakukan pemangkasan subsidi BBM lagi untuk pembangunan," kata dia di Bogor, Sabtu (26/11/2016).

(Baca Juga: Ekonomi RI Rentan Terbebani Sentimen Eksternal)

Dia menambahkan mau tidak mau, uang yang dibutuhkan pemerintah untuk bangun infrastruktur harus dicari dari pajak dengan melakukan reformasi perpajakan salah satunya dengan pemaksimalan PPh. Sebelumnya ada kajian PPh Pasal 21 akan direvisi dengan menambah lapisan dan diusulkan agar kisaran penghasilan dipersempit.

Penambahan lapisan baru dalam PPh berpotensi memperbesar penerimaan pajak. Namun, sejauh ini belum ada hitung-hitungan peningkatan penerimaan pajak dari kebijakan ini. "Apa peranan PPh ke perekonomian. Yang pasti dia salah satu jenis penerimaan pajak. Tapi kadang ini dikontraskan dengan tarif PPh negara lainapalagi negara tetangga. Ya jelas beda, karena fokus pembangunannya juga berbeda," paparnya

Lebih lanjut dia menerangkan, jika dilihat dari pemetaan pembangunan di Indonesia, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) pembangunan yang harus digarap. Antara lain jalan raya hingga wilayah terpencil, bangunan dan infrastruktur lain yang menunjang aktivitas dalam negeri. Kesemuanya itu menurutnya, jelas harus ditriger oleh pemerintah.

"Kalau enggak ditriger, tidak akan jalan. Siapa yang mentriger? Pemerintah dong. Dari apa? Dari pajak yang utama. Jadi, jangan jadikan tarif PPh ini sekedar kompetisi dengan negara tetangga saja, karena kebutuhanya beda," tegas dia.

Maka, pemerintah dinilai akan segera melakukan review terutama untuk UMKM. Bagaimana pajak itu, bisa diformalkan di sektor informal dan bisa membantu pembangunan negeri. "Ya kalau duitnya pemerintah saja cukup untuk pembangunan, UMKM bisa saja enggak usah bayar pajak. Tapi kan uang negara tidak cukup banyak untuk membangun semuanya," kata dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tahun Ini, Penerimaan...
Tahun Ini, Penerimaan Pajak Diproyeksi Minus 9,2%
Catat, Diskon Angsuran...
Catat, Diskon Angsuran Pajak Penghasilan Bakal Dinaikkan
Belanja Perpajakan RI...
Belanja Perpajakan RI Tembus Rp323,5 Triliun di 2022, Berikut Rinciannya
Pajaki Hasil Pertanian,...
Pajaki Hasil Pertanian, Ini Alasan Sri Mulyani Bikin Aturan Baru
Headwind Ekonomi Global...
Headwind Ekonomi Global 2024 Masih Akan Besar, Jaga Fiskal Tetap Sehat Jadi PR
Nilai Belanja Perpajakan...
Nilai Belanja Perpajakan 2019 Tembus Rp257,2 Triliun
Berita Terkini
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
15 menit yang lalu
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
2 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
2 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
3 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
3 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved