Luhut Hanya Izinkan Inpex Perpanjang Kontrak Tujuh Tahun di Masela

Jum'at, 23 Desember 2016 - 18:16 WIB
Luhut Hanya Izinkan...
Luhut Hanya Izinkan Inpex Perpanjang Kontrak Tujuh Tahun di Masela
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menolak permintaan Inpex Corporation terkait moratorium kontrak selama 10 tahun di Blok Masela, Maluku. Luhut hanya mengizinkan Inpex untuk memperpanjang kontraknya selama tujuh tahun di Blok Masela.

Inpex memang meminta ada moratorium kontrak selama 10 tahun di Masela. Artinya, kontrak yang seharusnya berakhir pada 2028 mundur menjadi 2038. Moratorium ini sebagai kompensasi perubahan skema pengembangan Blok Masela, dari kilang di laut (offshore) menjadi kilang di darat (onshore).

"Mengenai Masela, mereka minta (moratorium kontrak) 10 tahun tapi kami melihat angka realistis adalah tujuh tahun," katanya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (23/12/2016).

Luhut menjelaskan, dari enam permintaan Inpex di Masela memang hanya tinggal dua permintaan yang belum mencapai kesepakatan, yakni moratorium kontrak dan penambahan kapasitas produksi menjadi 9,5 juta ton.

Terkait penambahan kapasitas produksi, kata mantan Kepala Staf Kepresidenan ini, pemerintah hanya mengizinkan penambahan kapasitas produksi menjadi sekitar 7,5 plus 470 million tons per annum (mtpa) atau sekitar 8 juta ton per tahun.

"Kami sudah sepakat semua enam item yang jadi concern mereka. Ada dua yang pending, yaitu mengenai kompensasi waktu 10 tahun, tadi ke ESDM mereka sudah jawab siap sesuai permintaan kita," imbuh dia.

Sedangkan untuk permintaan penggantian dana yang sudah dikeluarkan (cost recovery) untuk studi skema kilang di laut (FLNG), mantan Menkopolhukam ini menegaskan hal tersebut harus diaudit terlebih dahulu sebelum pemerintah mengeluarkan ongkos cost recovery tersebut.

"Mengenai cost recovery yang mereka minta USD1,2 miliar, kami jawab subjek kepada audit. Kita harus fairness juga mengenai hal ini," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Pesan Luhut, Seluruh...
Pesan Luhut, Seluruh Elemen Bangsa Harus Mencari Solusi Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
7 menit yang lalu
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
24 menit yang lalu
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
1 jam yang lalu
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
1 jam yang lalu
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
1 jam yang lalu
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
1 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved