Produsen Boiler Lokal Minta Perlindungan dari Produk Impor

Rabu, 08 Februari 2017 - 22:51 WIB
Produsen Boiler Lokal...
Produsen Boiler Lokal Minta Perlindungan dari Produk Impor
A A A
JAKARTA - Ketua Asosiasi Industri Boiler dan Turbin Indonesia Henkie Leo meminta bantuan dan perhatian dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk melawan barang-barang impor agar industri lokal bisa berkembang.

"Banyak kebijakan-kebijakan kita yang lebih pro ke industri luar negeri daripada lokal. Misalnya di perpajakan, kalau menjual boiler tank, kami dikenai pajak 3%. Sedangkan perusahaan lokal membeli boiler dari China, mereka tidak dikenakan pajak," ujarnya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Henkie melanjutkan, saat ini Indonesia menjadi pasar terbesar untuk boiler dengan adanya program pemerintah, yakni program listrik 35.000 MW. Namun produk boiler dalam negeri tidak memiliki standar sehingga produk dari luar akan mudah masuk ke dalam negeri. Padahal boiler ini menyangkut masalah keselamatan yang sangat besar.

"Kalau terjadi kebocoran bisa membunuh orang. Kita tidak melakukan pengawasan seperti itu sehingga industri lokal agak sulit bersaing dengan perusahaan-perusahaan dengan standarisasi yang tidak bagus," ungkapnya.

Saat ini kebutuhan lokal mencapai 300-500 unit boiler per tahun. Sementara yang bisa dibuat di dalam negeri hanya sekitar 10-20%. "Artinya sekitar 90% masih impor boilernya," imbuhnya.

Henkie menuturkan, untuk meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) diperlukan ketegasan dari pemerintah agar terlaksana. Selain itu, masih banyak peraturan yang tumpang tindih terkait hal ini.

"Saya melihat selama ini waktu tender oke menggunakan TKDN, tapi ujung-ujungnya menggunakan boiler impor dan itu dilakukan oleh BUMN sendiri. Kalau BUMN tidak bisa memberikan contoh, siapa lagi? Jadi kami harapkan pemerintah tegas. Kalau memang tidak boleh impor, berikan sanksi," tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Industri Peralatan Medis...
Industri Peralatan Medis Lokal Telah Produksi 4,7 Miliar Masker Bedah
Membangun Kemandirian...
Membangun Kemandirian Industri Alat Kesehatan dan Farmasi Saat Pandemi
Pertajam Taji Industri...
Pertajam Taji Industri Farmasi dan Alat Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Kuartal I, Sektor Industri...
Kuartal I, Sektor Industri Beri Sumbangan 19,98% ke PDB
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved