OJK: Buka Data Nasabah Bank Demi Hindari Penggelapan Pajak

Jum'at, 03 Maret 2017 - 10:49 WIB
OJK: Buka Data Nasabah...
OJK: Buka Data Nasabah Bank Demi Hindari Penggelapan Pajak
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengemukakan, rencana pemerintah untuk mengimplementasikan pertukaran informasi perpajakan, agar tidak ada lagi masyarakat di dunia yang mencoba melakukan penghindaran dan penggelapan pajak.

Nantinya, otoritas pajak terkait akan membuka data masyarakat yang ada di perbankan untuk melacak aset dan harta yang mereka miliki.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan, ‎globalisasi menjadikan perkembangan ekonomi dunia tidak mengenal batas lagi. Pertukaran aset dalam perekonomian sudah semakin cepat, dan negara berlomba-lomba untuk menarik masuk investasi dari berbagai belahan dunia.

"‎Investor selain mendapat manfaat berupa kesempatan melakukan penyimpanan maupun investasi lebih luas, dengan return yang lebih baik dari lembaga keuangan, di sisi lain juga memiliki kewajiban untuk melaporkan aset kepada otoritas pajak terkait," katanya dalam acara Seminar Nasional "Komitmen Indonesia atas Implementasi AEoI tahun 2018" di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Namun, lanjut Muliaman, kesempatan untuk berinvestasi di luar negeri juga dijadikan celah oleh sejumlah oknum untuk melakukan penghindaran dan penggelapan pajak. Akibatnya, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan aturan mengenai pertukaran informasi keuangan secara otomatis (Foreign Account Tax Compliance/FATCA) pada Maret 2010.

Aturan tersebut dibuat berdasarkan suatu perjanjian bilateral antara AS dengan negara-negara di dunia untuk mencari warga negara AS yang melakukan penghindaran dan penggelapan pajak. Hal ini pun akhirnya dii‎kuti negara-negara anggota G20, untuk menerapkan Automatic Exchange of Information (AEoI).

"‎Penerapan FATCA telah menggerakkan pemimpin negara yang tergabung dalam G20 untuk menerapkan sebuah penyusunan standar kebijakan yang bertujuan mengurangi penghindaran pajak," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
Tumbuh Positif, Aset...
Tumbuh Positif, Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp166,51 Triliun
OJK Pastikan Likuiditas...
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Pastikan Perbankan Stabil...
Pastikan Perbankan Stabil dan Terjaga, OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
3 menit yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
58 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
2 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved